KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komisaris PT Petrosea Tbk (PTRO), Erwin Ciputra, secara signifikan menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan pertambangan dan jasa konstruksi tersebut. Langkah ini menarik perhatian pasar di tengah berbagai sentimen positif yang menyelimuti emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa, 27 Januari 2026, Erwin Ciputra telah membeli sebanyak 400.000 lembar saham PTRO. Transaksi jumbo ini dilakukan pada Senin, 26 Januari 2026, dengan harga pembelian sebesar Rp 9.138 per saham. Total dana yang dikucurkan untuk akuisisi saham Petrosea ini mencapai Rp 3,65 miliar, menegaskan komitmen investasi dari salah satu petinggi perusahaan.
Manajemen PTRO menjelaskan bahwa transaksi tersebut berstatus kepemilikan langsung dan bertujuan murni untuk investasi. Sebelum aksi korporasi ini, Erwin Ciputra telah menggenggam 10.654.000 saham PTRO, yang setara dengan 0,1056% dari total saham beredar. Setelah penambahan tersebut, kepemilikan sahamnya melonjak menjadi 11.054.000 lembar, atau setara dengan 0,1096%, menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap prospek perusahaan.
Pergerakan saham PTRO sendiri terpantau cukup aktif. Pada perdagangan Selasa, 27 Januari, pukul 15.18 WIB, saham Petrosea mencatatkan penguatan impresif sebesar 4,2%, bergerak menuju posisi Rp 8.675 per saham. Meskipun demikian, secara akumulasi tahun berjalan (year-to-date), performa saham ini masih mencatatkan pelemahan sebesar 20,82%, sebuah dinamika yang memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi pasar saat ini.
Di tengah volatilitas tersebut, PTRO disebut-sebut memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam dua indeks global prestisius, yaitu MSCI dan FTSE. Ekspektasi ini sebelumnya telah mendorong Tim Riset PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) untuk menaikkan target harga (TP) PTRO secara signifikan menjadi Rp 16.000 per saham. Proyeksi ini mencerminkan optimisme analis terhadap prospek perusahaan di kancah global.
Dalam riset yang dipublikasikan pada Selasa, 13 Januari 2025, Tim Riset HPS menyoroti PTRO sebagai kandidat kuat untuk diinklusikan dalam indeks MSCI dan FTSE. Pengumuman hasil tinjauan MSCI dijadwalkan pada 10 Februari 2026, sementara FTSE akan mengumumkan keputusannya pada 20 Februari 2026. Kedua agenda penting ini, yang berdekatan satu sama lain, menciptakan “katalis ganda” yang relatif jarang terjadi dan sangat diantisipasi oleh investor.
HPS menambahkan bahwa potensi masuknya PTRO ke dalam indeks MSCI dan FTSE berpeluang besar menarik minat dana pasif global serta investor institusi yang terikat pada indeks acuan. Menjelang periode pengumuman indeks, para investor institusi biasanya akan mulai melakukan penyesuaian portofolio untuk mengantisipasi perubahan. Potensi inklusi ganda ini diperkirakan akan membuka peluang arus dana masuk lebih dari US$300 juta ke dalam saham PTRO.
Lebih lanjut, masuknya PTRO ke dalam indeks global akan memperluas basis investornya, meningkatkan likuiditas saham, dan mempertajam sensitivitas harganya. Secara historis, saham-saham yang mendekati periode masuk MSCI Standard cenderung mengalami penilaian ulang (re-rating) yang signifikan sebelum pengumuman resmi. Harga saham umumnya diperdagangkan sekitar 10%–15% di atas ambang kelayakan, yang untuk PTRO sendiri berada di level Rp 13.050.




