Jadwal libur & hari bursa saham selama bulan Februari 2026

Hikma Lia

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis kalender perdagangan untuk bulan Februari 2026, menetapkan total 18 hari bursa. Pengumuman ini menjadi panduan penting bagi para investor dan pelaku pasar saham, mengingat adanya penyesuaian jadwal terkait hari libur nasional yang akan datang.

Advertisements

Berdasarkan data resmi dari laman BEI per Sabtu (31/1/2026), terdapat dua hari libur bursa yang akan mengurangi jumlah hari perdagangan di bulan tersebut. Hari libur pertama jatuh pada 16 Februari 2026, yang diperingati sebagai Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sehari setelahnya, pada 17 Februari 2026, ditetapkan sebagai hari libur untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili itu sendiri. Dengan demikian, jadwal perdagangan saham akan disesuaikan untuk mengakomodasi perayaan penting tersebut, menghasilkan total 18 hari bursa yang aktif.

Penetapan jadwal hari bursa Februari ini hadir tak lama setelah periode perdagangan Januari 2026 berakhir pada Jumat (30/1/2026). Bulan Januari sendiri diwarnai oleh dinamika pasar yang cukup signifikan, memberikan gambaran awal performa pasar modal di awal tahun.

Pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ‘parkir’ di level 8.329,606. Posisi ini mengindikasikan adanya koreksi sebesar 3,67% secara year-to-date (YTD) untuk periode berjalan 2026 hingga akhir Januari.

Advertisements

Koreksi ini semakin terasa tajam bila melihat data mingguan. Sebelumnya, Bisnis melaporkan bahwa IHSG tercatat melemah hingga 6,94% dalam sepekan, tepatnya pada periode 26 Januari hingga 30 Januari 2026, kembali ke level 8.329,60. Pelemahan ini turut mengikis kapitalisasi pasar bursa, yang menguap sebanyak Rp1.198 triliun hanya dalam sepekan. Kondisi pasar yang bergejolak ini tak lepas dari sentimen negatif yang timbul akibat gonjang-ganjing terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Setelah melakukan serangkaian konsultasi mengenai penilaian free float saham-saham di Indonesia, MSCI akhirnya memutuskan untuk menerapkan kebijakan pembekuan rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia. Keputusan ini sontak menjadi perhatian utama para investor dan pengamat pasar.

Dalam pengumuman resminya pada Selasa (27/1/2026), MSCI menjelaskan bahwa meskipun terdapat perbaikan minor pada data free float yang disampaikan oleh BEI, para investor masih menganggap adanya permasalahan mendasar terkait keterbukaan kepemilikan saham. Kebijakan interim ini, menurut MSCI, bertujuan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas. Selain itu, langkah ini juga memberikan waktu bagi otoritas terkait untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham secara lebih granular atau terperinci.

Baca Juga: Haiyanto Jual Lagi Jutaan Lembar Saham Indal Aluminium (INAI)
Baca Juga: Gonjang-ganjing IHSG, Cek Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia Sabtu (31/1)

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read