BANYU POS – JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah pada Kamis (12/2/2026). Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup pada level Rp 16.826 per dolar Amerika Serikat (AS), mengalami depresiasi sebesar 0,27% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp 16.781 per dolar AS.
Senada dengan performa di Jisdor BI, kurs rupiah di pasar spot juga menunjukkan tren pelemahan. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026), rupiah spot tercatat pada posisi Rp 16.828 per dolar AS, melemah 0,25% dari penutupan Rabu di Rp 16.786 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ini menjadikannya satu-satunya mata uang di kawasan Asia yang harus menyerah di hadapan dominasi dolar AS pada sore hari ini, mencatat penurunan sebesar 0,25%.
Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,25% ke Rp 16.828 per Dolar AS pada Kamis (12/2/2026)
Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia justru berhasil unjuk gigi dan menguat signifikan terhadap dolar AS. Won Korea memimpin penguatan dengan melonjak 0,44%, diikuti oleh peso Filipina yang naik 0,32%, serta yen Jepang dengan kenaikan 0,20%.
Penguatan serupa juga terpantau pada ringgit Malaysia yang menguat 0,14%, yuan China sebesar 0,13%, baht Thailand 0,10%, rupee India 0,09%, dan dolar Taiwan 0,08%. Sementara itu, dolar Hong Kong juga sedikit menguat 0,01%, dan dolar Singapura terpantau stagnan.
Di tengah pergerakan mata uang regional, indeks dolar AS, yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, menunjukkan peningkatan. Indeks dolar tercatat di level 96,89, naik dari posisi 96,83 pada hari sebelumnya, mengindikasikan penguatan umum mata uang AS di pasar global.




