
BANYU POS – JAKARTA. Harga emas dan perak sempat melonjak tajam dan bahkan mencetak rekor tertinggi (all time high/ATH) berulang kali pada periode akhir 2025 hingga Januari 2026. Namun, pergerakan harga kedua aset logam mulia tersebut mulai melandai memasuki Februari.
Harga emas misalnya, mengacu Trading Economics pada Kamis (12/2/2026) pukul 17.40 WIB, harga emas berada di level US$ 5.062 per ons troi atau naik 17.41% Ytd. Harga emas terpantau bergerak sideways sepekan terakhir. Walaupun, emas di pasar spot sempat menyentuh US$ 5.558 per ons troi pada 29 Januari 2026.
Perak juga demikian. Harga perak kini di level US$ 83,5 per ons troi atau naik 17,6% Ytd. Namun, pada 29 Januari 2026, harga perak sempat melonjak signifikan ke level US$ 119,3 per ons troi.
Saham Emiten Nikel Naik di Tengah Penguatan Harga, Ini Rekomendasinya
Soal ini, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan jika perlambatan ini bukan berarti katalis kenaikan harga logam mulia telah berakhir.
“Jelas tidak. Kenaikan emas dan perak yang terlalu overshoot dengan buyers yang overcrowded membuat momentum kenaikan susah dipertahankan dan terjadi aksi ambil untung,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, reli yang terlalu cepat membuat pasar jenuh beli sehingga wajar jika terjadi koreksi. Khusus perak, koreksi bahkan hampir mencapai sekitar 50% jika dihitung dari level tertinggi US$ 120 hingga terendah US$ 65 per ons troi pada 6 Januari 2026. Koreksi tajam perak tersebut turut menyeret harga emas.
Lukman menilai investor pada dasarnya lebih nyaman dengan kenaikan harga emas yang berlangsung gradual dibandingkan pergerakan yang terlalu volatil. Meski demikian, permintaan jangka panjang dinilai masih solid.
Sementara untuk emas Logam Mulia Antam, Lukman berpandangan tren pergerakan harganya akan mengikuti harga emas global. Namun, sentimen domestik lain seperti pergerakan mata uang rupiah akan turut mempengaruhi.
Mengutip situs Logam Mulia, harga emas hari ini Kamis (12/2) di Butik Emas Antam berada di Rp 2.947.000. Harga emas hari ini tetap dari harga Rabu (11/2) di Rp 2.947.000. Jika ditinjau dari 7 hari lalu (05 Februari 2026), harga emas Antam ini turun Rp 9.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.956.000.
Menguat di Awal Tahun, Simak Prospek Saham TUGU
Ia menyebut sentimen utama penggerak harga emas tahun ini masih relatif sama, yakni diversifikasi cadangan oleh bank sentral, ketidakpastian geopolitik global, serta prospek pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed). Adapun untuk perak, tambahan dukungan datang dari meningkatnya permintaan industri, terutama dari sektor panel surya.
Namun, Lukman mengingatkan bahwa dinamika geopolitik yang bersifat on and off akan terus mendikte pergerakan harga dalam jangka pendek, sehingga volatilitas tetap berpotensi terjadi.
Untuk proyeksi kuartal II 2026, Lukman memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$ 5.500 – 5.800 per ons troi. Ada pun harga perak diproyeksikan berada di rentang US$ 100 – US$ 120 per ons troi.
“Harga emas Antam sudah pasti mengikuti harga internasional. Artinya, upside (potensi kenaikan) sekitar 10%-15%, maka proyeksi Antam berkisar Rp 3,3 juta – Rp 3,5 juta per gram di kuartal II 2026,” pungkasnya.




