Bertemu OJK, Robinhood perjelas rencana ekspansi di pasar modal Indonesia

Hikma Lia

Raksasa layanan jasa keuangan dan platform investasi digital asal Amerika Serikat, Robinhood Markets Inc., semakin memantapkan langkahnya di pasar Indonesia. Terbaru, perwakilan perusahaan tersebut menggelar pertemuan strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku regulator pasar keuangan di Indonesia, pada Kamis (12/2) di Jakarta. Pertemuan ini menandai babak baru dalam ekspansi Robinhood yang ambisius di Tanah Air.

Advertisements

Diskusi penting tersebut dihadiri oleh Johann Kerbrat, Senior Vice President and General Manager of Crypto and International di Robinhood, serta Hasan Fawzi, Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Meskipun upaya konfirmasi dari Katadata kepada Hasan belum membuahkan hasil, Pjs. Ketua dan Wakil Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, mengungkapkan ketidaktahuannya mengenai detail pertemuan. Namun, ia menyambut positif rencana ekspansi Robinhood, menyatakan, “Kalau mau masuk juga bagus lah.”

Rencana ekspansi Robinhood di Indonesia sendiri telah dimulai sejak Desember 2025, ditandai dengan akuisisi dua entitas keuangan nasional: PT Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto. Langkah ini menjadi fondasi bagi Robinhood untuk menembus salah satu pasar dengan pertumbuhan perdagangan tercepat di dunia.

JB Mackenzie, VP dan GM Futures dan International di Robinhood, menegaskan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat dinamis, sejalan dengan misi Robinhood untuk memperluas dan mendemokratisasi akses keuangan bagi masyarakat luas. Melalui siaran pers di Jakarta pada Senin (8/12), Mackenzie menyatakan, “Kami menantikan kesempatan untuk menghadirkan layanan inovatif yang selama ini dipercaya oleh jutaan pengguna Robinhood di seluruh dunia.”

Advertisements

Potensi pasar Indonesia memang menjanjikan. Hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui single investor identification (SID) telah melampaui 19 juta, sementara investor kripto mencapai 17 juta orang. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan, dengan penambahan 4,28 juta investor baru atau peningkatan sebesar 58,4% sepanjang tahun berjalan.

Fenomena pertumbuhan ini utamanya didorong oleh tingginya minat generasi muda yang adaptif terhadap teknologi mobile dan cepat mengadopsi investasi digital. Data menunjukkan, sekitar 54,25% dari total 19 juta investor pasar modal pada 2025 berusia di bawah 30 tahun, diikuti 26,42% pada rentang usia 30–41 tahun, dan sisanya di atas 41 tahun. Ini mengukuhkan Indonesia sebagai pasar yang ideal bagi platform inovatif seperti Robinhood.

Pasca-akuisisi Buana Capital, Robinhood akan melanjutkan layanan kepada nasabah perusahaan efek yang sudah ada dengan portofolio produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang, setelah seluruh perizinan regulator diperoleh, Robinhood menargetkan peluncuran platform perdagangannya sendiri. Platform ini diharapkan akan menyediakan akses luas ke saham AS, aset kripto global, dan berbagai instrumen internasional lainnya, mereplikasi kesuksesan yang mereka raih di pasar global.

Namun, proses akuisisi Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto belum sepenuhnya rampung. Saat ini, masih ada sejumlah persyaratan penyelesaian transaksi yang harus dipenuhi, termasuk persetujuan final dari OJK dan regulator terkait lainnya. Seluruh transaksi ini ditargetkan tuntas pada paruh pertama 2026.

Sebagai informasi, Robinhood Markets Inc. didirikan pada 2013 dan berkantor pusat di Menlo Park, California, AS. Perusahaan ini telah berkembang menjadi penyedia layanan keuangan terkemuka yang dikenal dengan platform perdagangan saham, ETF, opsi, futures, dan kripto. Dengan melayani lebih dari 27 juta pelanggan dan mengelola total aset US$343 miliar, Robinhood berkomitmen untuk mendemokratisasi akses ke pasar keuangan global bagi seluruh individu.

Robinhood juga terkenal sebagai pionir perdagangan saham tanpa komisi, didukung oleh model pendapatan yang terdiversifikasi dan basis pengguna yang terus meluas, terutama di kalangan investor muda dan pemula.

Mengenai entitas yang diakuisisi, PT Buana Capital Sekuritas adalah perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berdiri sejak 1990. Perusahaan ini memiliki izin sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi (investment banker) serta telah mengantongi izin usaha dari OJK. Sementara itu, PT Pedagang Aset Kripto merupakan pedagang aset keuangan digital yang telah berizin OJK sejak 2025 dan tercatat sebagai anggota bursa aset kripto di Indonesia.

Advertisements

Also Read

Tags