
BANYU POS JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten terkemuka dari grup Sinarmas, bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen pada Senin, 16 Februari 2026, agenda utama rapat krusial ini adalah meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana pemecahan saham atau stock split, serta penyesuaian anggaran dasar yang diperlukan untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut.
Rencana stock split saham DSSA ini akan dilakukan dengan rasio 1:25. Langkah strategis ini diharapkan akan secara signifikan meningkatkan jumlah lembar saham DSSA yang beredar di pasar. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah agar harga per saham menjadi jauh lebih terjangkau, sehingga dapat menarik minat dan partisipasi dari berbagai segmen investor, mulai dari investor ritel hingga institusi.
Dengan harga saham yang lebih kompetitif, DSSA berambisi memperluas basis investornya. Perluasan ini tidak hanya sebatas penambahan jumlah pemegang saham, melainkan juga diharapkan mampu mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan yang lebih baik (Good Corporate Governance/GCG). Aksi ini juga menjadi cerminan komitmen DSSA untuk meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitasnya sebagai entitas perusahaan terbuka.
Selain itu, manajemen DSSA juga memiliki ekspektasi tinggi bahwa stock split akan memicu peningkatan volume perdagangan saham secara drastis. Peningkatan volume transaksi ini krusial untuk memperbaiki likuiditas saham DSSA di pasar modal, menjadikannya lebih aktif dan menarik bagi para pelaku pasar.
Manajemen DSSA menegaskan bahwa pemegang saham yang berhak untuk hadir atau diwakili dalam RUPSLB adalah mereka yang namanya telah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) DSSA pada penutupan sesi perdagangan saham, hari Jumat, 13 Februari 2026. Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi, memastikan transparansi bagi seluruh pemegang saham.
Menjelang RUPSLB, per Jumat, 13 Februari 2026, harga saham DSSA tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,71%, ditutup pada level Rp 94.325 per saham. Namun, jika melihat performa dalam lima hari perdagangan terakhir, saham DSSA menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan mencapai 10,45%, mencerminkan minat pasar yang masih tinggi terhadap emiten ini.
Meski Pendapatan Tumbuh 22%, Link Net (LINK) Masih Rugi Rp 1,44 Triliun di 2025




