Analis: Momentum Ramadan tak banyak pengaruhi arah IHSG

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja menunjukkan sinyal pemulihan dalam sepekan terakhir setelah periode koreksi bulanan, pola pergerakan indeks menjelang dan selama bulan Ramadan dinilai tidak memiliki korelasi signifikan dengan keputusan investasi jangka menengah hingga panjang.

Advertisements

Pandangan ini disampaikan oleh pengamat pasar modal, Irwan Ariston, yang menekankan bahwa fundamental dan valuasi saham adalah penentu utama strategi investasi. Menurutnya, faktor musiman seperti Ramadan tidak seharusnya mendikte arah keputusan investasi seorang pelaku pasar.

“Dalam berinvestasi, kita seharusnya berlandaskan pada analisis fundamental dengan perhitungan valuasi teoretis saham,” jelas Irwan kepada Kontan pada Kamis (19/2/2026). “Oleh karena itu, pengaruh Ramadan atau momentum musiman lainnya tidak terlalu memengaruhi keputusan investasi yang mendalam.”

WIFI Percepat Ekspansi Broadband Murah, Internet Rakyat Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Advertisements

Irwan lebih lanjut mengemukakan bahwa fenomena musiman seperti Ramadan, Imlek, maupun perayaan Natal dan Tahun Baru, umumnya hanya berdampak pada aktivitas trading jangka pendek. Berbeda halnya dengan investasi yang memerlukan horizon waktu lebih panjang, momentum-momentum tersebut cenderung dimanfaatkan oleh para trader untuk mencari peluang fluktuasi sesaat, bukan untuk membentuk portofolio jangka panjang.

Sebaliknya, arah pergerakan pasar saham justru lebih didominasi oleh faktor-faktor makroekonomi yang substansial. Dinamika suku bunga, kebijakan tarif perdagangan, serta berbagai sentimen global, termasuk isu-isu indeks pasar modal seperti yang pernah terjadi dengan MSCI, adalah pendorong utama yang membentuk tren pasar.

“Keputusan investasi sesungguhnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor makro, seperti isu MSCI, perubahan suku bunga, kebijakan tarif, dan sentimen-sentimen sejenis,” tambahnya.

Melihat kondisi ini, para investor disarankan untuk tidak terlalu terpaku pada tema-tema musiman saat menyusun strategi portofolio mereka. Pendekatan yang berpusat pada analisis fundamental, dibarengi dengan disiplin terhadap valuasi yang sehat, tetap menjadi kunci utama dalam menavigasi volatilitas pasar yang dinamis.

Irwan Ariston menyimpulkan bahwa strategi paling relevan menjelang Ramadan adalah tetap selektif dan berpegang teguh pada kualitas fundamental emiten bagi investor. Sementara itu, momentum musiman bisa menjadi arena bagi trader untuk mengidentifikasi peluang profit jangka pendek.

Hadapi Beragam Sentimen, Prospek UNVR pada 2026 Masih Menantang

Advertisements

Also Read

Tags