Bakal rights issue 2,11 miliar saham, begini prospek saham Ekalya (ELPI)

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) terus menunjukkan sinyal positif. Hal ini didorong oleh rencana aksi korporasi rights issue yang akan menjadi salah satu agenda utama dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) mendatang.

Advertisements

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, memandang optimis penerbitan sekitar 2,11 miliar saham baru melalui rights issue ELPI. Menurutnya, langkah ini berpotensi signifikan dalam memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka menengah.

Dana yang dihimpun dari aksi korporasi tersebut direncanakan untuk beberapa tujuan strategis: memperkuat permodalan inti, mendukung ekspansi armada yang vital, serta menambah modal kerja perseroan. “Langkah ini berpotensi memperkuat kapasitas operasional dan pertumbuhan bisnis perseroan di sektor jasa pelayaran dan offshore,” jelas Abida kepada Kontan, Senin (9/3/2026).

Harga Minyak Melonjak ke Level US$ 100, Era Harga Energi Mahal Berpotensi Dimulai

Advertisements

Meskipun demikian, Abida mengingatkan bahwa setiap rights issue berpotensi menimbulkan dilusi bagi investor yang memilih untuk tidak mengeksekusi haknya. Namun, secara umum, aksi korporasi ini dinilai sebagai upaya strategis perseroan untuk memperkokoh struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Dari sisi pergerakan harga, saham ELPI telah menunjukkan momentum yang cukup kuat di pasar. Pada penutupan akhir pekan lalu, saham ELPI berhasil ditutup melonjak 6,84% ke level Rp1.250 per saham. Kinerja year to date juga tak kalah impresif, dengan penguatan sekitar 32,98%.

Abida menafsirkan penguatan harga ini sebagai cerminan optimisme pasar yang tinggi terhadap rencana ekspansi dan aksi korporasi yang sedang dipersiapkan oleh perseroan. “Kenaikan ini menunjukkan momentum yang cukup kuat, didorong sentimen rights issue dan prospek ekspansi perusahaan,” tambahnya.

Meski demikian, setelah reli harga yang cukup tajam, investor umumnya akan mencermati lebih jauh kejelasan harga pelaksanaan rights issue serta realisasi penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut. Informasi ini akan menjadi penentu penting untuk menilai keberlanjutan momentum saham ELPI di masa mendatang.

Dengan mempertimbangkan rencana rights issue dan dinamika harga saham ELPI saat ini, Abida menyarankan pendekatan investasi yang relatif rasional, yaitu melakukan akumulasi secara selektif. Ia merekomendasikan investor untuk mempertimbangkan pembelian saat terjadi koreksi harga, sembari tetap mencermati potensi dilusi serta perkembangan kinerja operasional perseroan setelah penambahan modal.

Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Rekor Produksi, Bidik Kapasitas Panas Bumi 3 GW

Aksi korporasi ini berpotensi menjadi katalis pertumbuhan yang kuat jika dana yang terkumpul berhasil dialokasikan untuk ekspansi yang produktif,” pungkas Abida.

Advertisements

Also Read

Tags