
BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan sesi pertama Selasa (17/3/2026) dengan optimisme, berhasil melanjutkan penguatan yang signifikan. Kinerja positif ini sejalan dengan sentimen penguatan yang melanda bursa regional Asia.
Berdasarkan data dari RTI, IHSG melonjak sebesar 1,14% atau setara dengan 79,919 poin, menempatkan indeks pada level 7.102,207. Pergerakan pasar menunjukkan dominasi investor beli, di mana 487 saham mencatatkan kenaikan, sementara 192 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan tanpa perubahan.
Menanggapi pergerakan ini, Alrich Paskalis Tambolang, seorang Equity Research Analyst dari Phintraco Sekuritas, menilai bahwa IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Pernyataan ini memberikan konteks terhadap kondisi pasar yang berfluktuasi.
Kinerja positif hari ini menjadi angin segar setelah pada perdagangan Senin (16/3/2026) sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,61% ke level 7.022,28. Pelemahan tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen global yang cukup menekan, mulai dari kekhawatiran akan lonjakan harga energi akibat tensi geopolitik hingga kebijakan suku bunga global yang masih ketat. Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh investor asing juga turut memberikan tekanan pada pergerakan indeks.
IHSG Dibuka Rebound 1,66% Selasa (17/3), di Tengah Penguatan Bursa Asia
“Rebound yang terjadi hari ini lebih bersifat technical rebound, sejalan dengan penguatan bursa regional Asia,” ungkap Alrich kepada Kontan, Selasa (17/3/2026), menjelaskan lebih lanjut tentang karakteristik penguatan yang sedang berlangsung.
Namun demikian, Alrich mengingatkan para investor untuk tetap waspada. Menjelang periode libur panjang, IHSG berpotensi kembali tertekan. Kecenderungan investor untuk mengurangi eksposur risiko (risk-off) menjadi faktor utama, guna mengantisipasi potensi sentimen negatif dari pasar global saat pasar domestik ditutup.
Dengan proyeksi kondisi tersebut, pergerakan IHSG hingga akhir perdagangan sebelum libur diperkirakan akan bergerak sideways atau mendatar, namun dengan kecenderungan melemah serta volatilitas yang relatif tinggi. Hal ini menuntut kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi.
Secara teknikal, Alrich memproyeksikan level support IHSG dalam jangka pendek berada di kisaran 6.800–7.000, sementara level resistance diprediksi di area 7.150–7.200. Jika tekanan global meningkat, IHSG berpotensi menguji kembali level 6.800 sebagai support terdekatnya.
Cek Rekomendasi Saham Pilihan untuk Hari Ini (17/3), IHSG Berpotensi Fluktuatif
Sebaliknya, jika sentimen eksternal mereda atau kondisi pasar global membaik, IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak konsolidatif di atas level 7.000, menunjukkan stabilitas meskipun dalam rentang terbatas.
Untuk strategi investasi, Alrich menyarankan investor untuk lebih berhati-hati selama periode libur panjang. Prioritas utama adalah mengurangi aktivitas trading jangka pendek dan lebih fokus pada pemilihan saham dengan fundamental yang kuat dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.
“Investor dapat melakukan selective buying, bukan agresif, terutama pada saham-saham big caps di sektor perbankan dan energi yang memiliki fundamental solid,” jelasnya, menekankan pentingnya pendekatan yang terukur dan cermat.
Alrich menambahkan, dalam jangka pendek IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap defensif, selektif dalam memilih saham, serta menjaga likuiditas. Pendekatan ini penting sambil menunggu kejelasan arah sentimen global pasca periode libur.
IHSG Naik 1,14% ke 7.102,2 Sesi I Selasa (17/3), Top Gainers: Saham EXCL, UNVR, AMMN




