Obligasi Lontar Papyrus (LPPI) senilai Rp 2,72 triliun jatuh tempo pada Juli 2026

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru-baru ini menyoroti sejumlah obligasi signifikan milik PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) yang akan segera memasuki masa jatuh tempo pada tahun 2026. Informasi ini menjadi perhatian penting bagi para investor dan pelaku pasar yang mengikuti perkembangan instrumen utang di sektor industri pulp dan kertas.

Advertisements

Secara lebih rinci, Pefindo mengumumkan bahwa obligasi yang akan jatuh tempo tersebut mencakup dua seri utama. Pertama, Obligasi Berkelanjutan III tahap III tahun 2025 seri A yang mengantongi peringkat idA, dengan nilai sebesar Rp 201,7 miliar, akan jatuh tempo pada tanggal 1 Juni 2026. Kedua, dan yang bernilai lebih besar, adalah Obligasi Berkelanjutan II tahap I tahun 2023 seri A dengan peringkat idA, mencapai angka fantastis Rp 2.726,6 miliar atau setara dengan Rp 2,72 triliun, yang dijadwalkan jatuh tempo pada 4 Juli 2026.

Lontar Papyrus Tawarkan Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan Total Rp 1 Triliun

Menanggapi potensi jatuh tempo ini, LPPI telah menyiapkan strategi pelunasan yang matang. Untuk Obligasi Berkelanjutan III tahap III tahun 2025 seri A senilai Rp 201,7 miliar, perusahaan berencana melunasinya menggunakan dana yang bersumber dari penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II tahap II tahun 2026. Demikian penjelasan dari Fella Vina dan Kresna Wiryawan, Analis Pefindo, dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (18/3/2026).

Advertisements

Sementara itu, pelunasan Obligasi Berkelanjutan II tahap I tahun 2023 seri A yang berjumlah Rp 2,72 triliun akan didanai melalui kombinasi beberapa sumber. Strategi ini meliputi pemanfaatan kas internal perusahaan, hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV tahap II tahun 2026, serta dukungan dari penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II tahap II tahun 2026. Komitmen finansial LPPI untuk memenuhi kewajiban obligasi ini semakin diperkuat oleh laporan per 31 Desember 2025, di mana perusahaan mencatat posisi kas dan setara kas yang solid sebesar US$ 829,7 juta, menunjukkan kapasitas likuiditas yang kuat untuk mendukung strategi pelunasan tersebut.

Sentimen Geopolitik Berpotensi Dorong Kenaikan Yield Obligasi Korporasi

Advertisements

Also Read

Tags