BEI buka perdagangan saham hari ini (25/3), ingat daftar saham yang akan di-buyback

Hikma Lia

BANYU POS Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka perdagangan saham hari ini, Rabu 25 Maret 2026 usai libur Lebaran / Hari Raya Idulfitri 1447 H. Investor perlu ingat kembali, sejumlah saham termasuk yang berkarakteristik blue chip akan dilakukan pembelian kembali atau buyback.

Advertisements

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman di pasar modal dan berasal dari perusahaan dengan fundamental keuangan kuat. Di BEI, saham blue chip biasanya berasal dari saham di indeks mayor seperti LQ45.

Aksi korporasi buyback saham semarak dilakukan sejumlah emiten mulai Maret 2026 ini. Langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar.

Sejumlah emiten besar tercatat sedang maupun akan melaksanakan buyback saham dengan nilai jumbo.

Advertisements

Laba Bersih Saratoga Investama (SRTG) Naik 121,11% Jadi Rp 7,31 Triliun di 2025

Daftar Emiten yang Buyback Saham

PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp 2 triliun. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan periode pelaksanaan 16 Maret hingga 15 Juni 2026.

Selain itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyiapkan dana Rp 4 triliun untuk buyback yang dijadwalkan mulai 20 April 2026 hingga 12 bulan ke depan.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga ikut meramaikan aksi ini dengan alokasi dana Rp 448,69 miliar. Buyback direncanakan berlangsung dari 17 April 2026 hingga 17 April 2027.

Tak ketinggalan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menganggarkan dana Rp 905,48 miliar untuk buyback saham pada periode 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.

Sementara itu, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah lebih dulu menjalankan buyback dengan dana Rp 1 triliun sejak 7 Maret hingga 7 Juni 2026.

Tonton: Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Negara Teluk, Ultimatum Trump Picu Eskalasi

Tujuan Buyback Saham

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menilai aksi buyback memberikan sinyal positif kepada investor.

Buyback mencerminkan keyakinan manajemen terhadap:

– Fundamental perusahaan  

– Valuasi saham yang dianggap murah  

– Kesehatan arus kas  

– Prospek bisnis jangka panjang  

Selain itu, buyback juga menjadi strategi emiten untuk membeli saham saat harga sedang rendah.

Menjaga Stabilitas Harga Saham

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menambahkan, buyback bertujuan menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor.

Hal ini menjadi penting di tengah tekanan eksternal seperti:

– Kenaikan harga energi global  

– Kekhawatiran inflasi  

– Konflik geopolitik  

Namun demikian, efek positif buyback terhadap harga saham umumnya bersifat jangka pendek. Pergerakan harga tetap sangat dipengaruhi kondisi pasar secara keseluruhan.

Tonton: Breaking News: Kapal Induk Terbesar Dunia Tinggalkan Zona Perang!

Prospek dan Rekomendasi Saham

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memperkirakan aksi buyback akan terus berlanjut sepanjang 2026, terutama saat pasar bergejolak.

Meski begitu, investor tetap perlu mencermati realisasi buyback untuk melihat keseriusan emiten.

Beberapa rekomendasi analis:

– TOBA: target harga Rp 2.100 per saham  

– BBNI: target harga Rp 5.300 per saham  

– ASII: buy on weakness di Rp 5.675, target jangka pendek Rp 6.000  

Dengan strategi yang tepat, investor dapat memanfaatkan momentum buyback sebagai peluang investasi, khususnya pada saham dengan fundamental kuat.

Aksi buyback saham yang marak di 2026 menunjukkan optimisme emiten terhadap prospek bisnis mereka. Meski dapat mendorong harga saham dalam jangka pendek, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor eksternal dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Advertisements

Also Read

Tags