
BANYU POS JAKARTA – Pergerakan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) usai libur Lebaran menjadi fokus perhatian serius bagi para pelaku pasar. Hal ini tidak lepas dari masuknya periode ex dividen pada Rabu, 25 Maret 2026, sebuah momen krusial yang kerap memengaruhi dinamika harga saham.
Sebelumnya, para investor yang memegang saham BBNI hingga tanggal 17 Maret 2026, yang ditetapkan sebagai tanggal cum dividen di pasar reguler, secara sah berhak atas pembagian dividen. Namun, sehari setelahnya, tepatnya mulai tanggal 25 Maret 2026, saham BBNI akan diperdagangkan tanpa hak dividen atau dikenal sebagai periode ex dividen. Kondisi ini, secara historis, sering kali diikuti oleh tekanan jual yang berpotensi menurunkan harga saham. Oleh karena itu, mencermati pergerakan saham BBNI pada hari ini menjadi sangat menarik dan penting bagi investor.
Pada sesi perdagangan terakhir sebelum libur panjang, yaitu Selasa, 17 Maret 2026, saham BBNI berhasil ditutup pada level Rp 4.390 per saham, menunjukkan kenaikan impresif sebesar 1,62% dari harga penutupan hari sebelumnya. Dengan mengacu pada harga tersebut, dividend yield yang ditawarkan BBNI tercatat sekitar 7,96%, angka yang cukup menarik perhatian di tengah kondisi pasar.
Keputusan pembagian dividen ini merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Dalam RUPST tersebut, BBNI menyepakati untuk membagikan dividen senilai total Rp 13,03 triliun. Jumlah ini merepresentasikan 65% dari total laba bersih konsolidasian perseroan yang mencapai Rp 20,04 triliun. Alhasil, setiap pemegang saham BBNI akan menerima dividen tunai sebesar sekitar Rp 349 per saham.
Prospek IHSG di 2026: BNI Sekuritas Ungkap Target dan Sektor Pilihan
Rincian jadwal pembagian dividen tunai BBNI telah ditetapkan secara komprehensif. Periode cum dividen di pasar reguler jatuh pada 17 Maret 2026, diikuti oleh periode ex dividen pada 25 Maret 2026. Tanggal pencatatan atau recording date dijadwalkan pada 26 Maret 2026, dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 7 April 2026. Investor disarankan untuk memperhatikan jadwal ini dengan seksama.
Cek Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Selasa (3/3)
BBNI Chart by TradingView
Buyback Saham
Selain daya tarik dividen, pelaku pasar juga patut menyoroti rencana perseroan untuk melaksanakan program buyback saham. Manajemen BBNI berencana untuk membeli kembali sahamnya dengan nilai maksimal hingga Rp 905 miliar. Langkah strategis ini dirancang bukan hanya untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar, tetapi juga untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Seperti yang telah diberitakan oleh KONTAN sebelumnya, Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa buyback saham merupakan bagian integral dari strategi korporasi. Ini adalah upaya aktif untuk mengelola struktur permodalan sekaligus menciptakan stabilitas dalam perdagangan saham. Manajemen BBNI pun menyatakan optimisme tinggi bahwa aksi buyback ini akan efektif meredam tekanan jual yang mungkin muncul akibat volatilitas pasar dalam beberapa pekan terakhir.
BNI Sekuritas Soroti Strategi Swing Trading untuk Investor Pemula
Manajemen BBNI juga memberikan jaminan bahwa kebijakan buyback ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Kepastian ini didasari oleh penilaian bahwa likuiditas dan permodalan perusahaan saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kuat, menunjukkan fundamental yang solid di tengah strategi korporasi yang dinamis.




