
BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (26/3) dengan performa kurang menggembirakan, terperosok dalam zona merah. Indeks acuan ini menutup sesi perdagangan dengan pelemahan signifikan sebesar 1,89% atau setara dengan 138,02 poin, memarkir diri di level 7.164,09.
Penurunan kinerja IHSG ini tidak berdiri sendiri, melainkan seiring dengan sentimen negatif yang juga melanda bursa regional. Tercatat, indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,27%, sementara Shanghai Composite di Tiongkok juga tertekan, ditutup merosot 1,09% dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi pasar global yang cenderung lesu turut menyeret kinerja pasar domestik.
Koreksi ini diperkirakan berpotensi berlanjut pada perdagangan Jumat (27/3/2026), seiring dengan para pelaku pasar yang masih terus mencermati perkembangan terkini tensi geopolitik. Fokus utama investor tertuju pada situasi yang memanas di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS), yang menjadi pemicu utama volatilitas pasar.
IHSG Kembali Tertekan, Saham Seperti Ini Bisa Jadi Pilihan Bagi Investor
Menyikapi kondisi pasar, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memproyeksikan pergerakan IHSG akan cenderung mixed namun tetap berpotensi melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang level support 7.040 dan resistance 7.343. Audi juga menyoroti indikator MACD yang menunjukkan tren melandai, mengindikasikan momentum pelemahan.
“Pasar masih mencermati dinamika tensi geopolitik antara AS & Israel dengan Iran, terlebih pernyataan terbaru dari Iran yang menyatakan tidak adanya perbincangan produktif,” jelas Audi kepada Kontan pada Kamis (26/3/2026). Ia menambahkan bahwa sentimen ini cenderung direspons negatif oleh pasar, memicu kekhawatiran akan potensi krisis energi global. Di sisi lain, kenaikan harga komoditas energi seperti Brent yang mencapai US$ 106 per barel justru akan berkorelasi positif bagi emiten-emiten di sektor energi.
Senada dengan pandangan tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, turut memproyeksikan bahwa IHSG rawan melanjutkan koreksinya. Ia menempatkan level support di 7.146 dan resistance di 7.224. Herditya menegaskan bahwa investor akan terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga komoditas, khususnya minyak mentah.
Untuk perdagangan Jumat (27/3/2026), Herditya merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati investor. Antara lain, saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang diproyeksikan bergerak di kisaran Rp 1.715–Rp 1.745, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) di area Rp 14.475–Rp 15.000, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di kisaran Rp 3.350–Rp 3.580.
Sementara itu, Oktavianus Audi memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA) dengan level support Rp 2.080 dan resistance Rp 2.250. Selain itu, ia juga merekomendasikan speculative buy untuk saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan level support Rp 1.740 dan resistance Rp 1.980.
MDKA Chart by TradingView




