\n\n

5 barang yang bisa dijadikan investasi selain saham dan emas

Hikma Lia

Memiliki simpanan jangka panjang yang kokoh adalah impian banyak individu. Untuk mewujudkan aspirasi tersebut, tak sedikit orang mulai menapaki dunia investasi sejak dini, mempersiapkan landasan finansial yang stabil untuk masa depan mereka. Kendati emas dan saham kerap menjadi pilihan favorit dan menjanjikan sebagai investasi jangka panjang, ada pula sebagian kalangan yang tertarik menjelajahi opsi investasi selain saham dan emas. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Advertisements

Jika Anda sedang mencari alternatif pilihan investasi namun masih merasa bingung, jangan khawatir. Kali ini, BANYU POS telah merangkum lima jenis aset menarik yang berpotensi menjadi investasi menjanjikan di luar emas dan saham. Mari kita selami lebih dalam!

1. Properti

Properti menduduki posisi pertama dalam daftar investasi selain saham dan emas. Lingkup properti tidak hanya terbatas pada bangunan seperti rumah atau apartemen, tetapi juga meluas hingga tanah dan lahan, termasuk lahan pertanian atau hutan. Investasi ini menawarkan diversifikasi portofolio yang menarik.

Menurut lansiran dari Harvard Business School, investasi properti memiliki daya tarik tersendiri dengan potensi keuntungan ganda. Pemilik properti tidak hanya berkesempatan memperoleh aliran kas rutin dari biaya sewa penyewa, tetapi juga menikmati apresiasi nilai aset yang cenderung meningkat signifikan dalam jangka panjang, mirip dengan karakteristik saham.

Advertisements

Meski demikian, investor properti juga perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang tidak kecil. Diperlukan keahlian tingkat tinggi dalam memahami berbagai metode penilaian aset. Hal ini krusial karena nilai aset properti harus dinilai dan dibandingkan secara akurat dengan harga pasar di sekitarnya untuk memastikan keputusan investasi yang optimal.

2. Komoditas

Komoditas mencakup beragam sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas alam, hasil pertanian seperti kopi dan karet, serta barang berwujud fisik lainnya yang memiliki kualitas seragam dan dapat diperjualbelikan dalam jumlah besar. Sifat homogen dan ketersediaannya membuat investasi komoditas menjadi pilihan menarik.

Menariknya, investasi komoditas umumnya dianggap memiliki risiko rendah. Hal ini dikarenakan nilai asetnya yang tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi pasar saham publik, memberikan stabilitas yang relatif lebih baik di tengah volatilitas pasar.

Keuntungan bagi investor komoditas sangat bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran. Apabila permintaan pasar melonjak tinggi sementara pasokan terbatas, harga komoditas akan ikut merangkak naik, menghasilkan potensi keuntungan substansial bagi para investor.

3. Barang Koleksi

Hobi mengoleksi bisa menjadi lebih dari sekadar kesenangan; barang koleksi Anda berpotensi besar menjadi aset investasi jika memiliki nilai aset tinggi dalam jangka panjang. Contohnya meliputi mobil klasik, figur mainan dalam kondisi prima, perangko langka, koin kuno, hingga beragam koleksi seni rupa.

Meskipun tampak menyenangkan, menjadikan barang koleksi sebagai investasi memiliki risiko yang cukup tinggi. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain biaya perolehan yang cenderung besar, tidak adanya pendapatan rutin atau dividen sebelum barang berhasil terjual, serta risiko kerusakan fisik jika barang tidak dirawat dengan benar dan hati-hati.

Selain itu, aspek penting lainnya dalam investasi barang koleksi adalah pengetahuan mendalam. Investor harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang bidang koleksi yang digeluti. Pengetahuan ini esensial untuk dapat membandingkan harga di pasaran secara akurat dan pada akhirnya, mendapatkan keuntungan yang memuaskan dari penjualan aset tersebut.

4. Deposito

Sistem deposito memiliki kemiripan dengan menabung di bank, namun dengan satu perbedaan fundamental: tingkat bunga yang ditawarkan jauh lebih tinggi daripada tabungan biasa. Tingkat bunga yang lebih kompetitif inilah yang menjadi nilai plus utama dalam memilih investasi dengan deposito. Prinsipnya sederhana: semakin besar dana yang Anda depositokan, semakin tinggi pula bunga yang akan Anda peroleh, memaksimalkan potensi keuntungan.

Setiap bank umumnya menawarkan deposito dengan beragam tenor waktu atau jangka waktu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, jika Anda memutuskan untuk berinvestasi melalui deposito, sangat penting untuk memilih tenor waktu yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan finansial Anda agar investasi ini dapat berjalan optimal.

5. Reksa Dana

Reksa dana adalah bentuk investasi kolektif yang menghimpun dana dari beberapa investor. Dana yang terkumpul ini kemudian disalurkan ke berbagai instrumen investasi di pasar modal, seperti saham, obligasi, atau pasar uang, dan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Dengan demikian, investor tidak perlu repot mengelola portofolio sendiri.

Menurut laporan dari Kementerian Keuangan Indonesia, reksa dana dapat menjadi pilihan yang sangat tepat, terutama bagi investor pemula yang mungkin masih memiliki keterbatasan dana atau pengalaman. Meskipun investor bisa memulai investasi dengan modal yang relatif terjangkau, penting untuk tetap memilih reksa dana yang selaras dengan profil risiko, kebutuhan, dan preferensi pasar yang diinginkan untuk hasil yang optimal.

Itulah lima alternatif investasi yang patut dipertimbangkan selain saham dan emas. Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, selalu pastikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyesuaikan jumlah modal serta kemampuan finansial Anda dengan bentuk investasi yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan jangka panjang Anda.

Investasi Emas Perhiasan Bukan Hanya Cantik saat Dipakai 7 Tips Nabung Bareng Teman untuk Investasi Masa Depan Tips Investasi Aman di Tengah Biaya Hidup yang Semakin Tinggi

Advertisements

Also Read

Tags