\n\n

Bahlil: Kenaikan harga avtur Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara lain

Hikma Lia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa meskipun terjadi kenaikan, harga bahan bakar pesawat (avtur) di Indonesia masih tergolong kompetitif dan lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM pada Senin (6/4).

Advertisements

Kenaikan harga avtur yang signifikan tercatat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Untuk penerbangan domestik, harga avtur melonjak 72,45%. Berdasarkan data dari onesolution.pertamina.com, harga avtur domestik pada periode 1-31 Maret 2026 adalah Rp13.656,51 per liter, kemudian naik menjadi Rp23.551,08 per liter untuk periode 1-30 April 2026. Sementara itu, untuk penerbangan internasional, kenaikan lebih tinggi mencapai 80,32%, dari US$ 0,742 per liter menjadi US$ 1,34 per liter.

“Memang ada kenaikan harga dari Pertamina, namun kenaikan tersebut masih jauh lebih kompetitif dari negara lain,” ujar Bahlil. Ia menambahkan bahwa pergerakan harga avtur memang mengacu pada dinamika pasar global, mengingat Pertamina melayani pengisian avtur untuk seluruh maskapai dunia. Hal ini menjadikan mekanisme pasar sebagai acuan utama, terutama untuk pesawat asing yang beroperasi di Indonesia.

Secara global, berdasarkan laman Jet A-1 pada Senin (6/4), harga avtur di Indonesia tercatat sebesar US$ 0,54 per liter, setara dengan harga di Australia, Bangladesh, Vietnam, Jepang, Malaysia, dan Iran. Namun, harga ini masih lebih rendah dibandingkan dengan harga avtur di Haiti, Guyana, dan Jamaika yang mencapai US$ 0,56 per liter.

Advertisements

Tren kenaikan harga avtur tidak hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Di Bandara Internasional Kualanamu, harga avtur untuk penerbangan domestik naik 66% menjadi Rp24.819 per liter, sementara untuk penerbangan internasional naik 73% mencapai US$ 0,812 per liter. Demikian pula di Bandara Sepinggan Balikpapan, harga avtur penerbangan internasional naik 72% menjadi US$ 1,42 per liter, dan untuk penerbangan domestik naik 64% mencapai Rp25.1422 per liter.

INACA Desak Pemerintah Segera Sesuaikan Tarif Batas Atas Penerbangan Domestik

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional di Indonesia (INACA). Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyatakan bahwa kenaikan harga ini telah sesuai dengan perkiraan INACA sebelumnya, yang diakibatkan oleh imbas krisis geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga avtur di tingkat global. Hal ini disampaikan Denon dalam siaran pers pada Rabu (1/4).

Menyikapi lonjakan harga avtur yang signifikan, INACA mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian terhadap biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik. Penyesuaian ini dinilai krusial mengingat harga avtur yang sangat tinggi, apalagi bahan bakar merupakan komponen yang memengaruhi 40% dari total biaya operasional maskapai penerbangan.

“Penyesuaian fuel surcharge dan TBA perlu segera diberlakukan agar maskapai penerbangan dapat tetap beroperasi. Ini penting untuk menjaga keselamatan penerbangan, sekaligus menjaga stabilitas finansial maskapai agar dapat terus melayani masyarakat,” tegas Denon.

Advertisements

Also Read

Tags