
BANYU POS – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami technical rebound jangka pendek pada perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026). Sentimen global terkait dengan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi katalis utama yang dicermati pelaku pasar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa indeks komposit berpotensi menguji level 7.020 hingga 7.050. Namun, investor diminta tetap waspada jika indeks gagal menembus level resisten tersebut.
“IHSG berpotensi short term technical rebound ke 7.020—7.050. Tapi hati-hati, jika belum break di atas 7.050, rentan kembali koreksi hari ini. Katalis terpenting adalah tercapai atau tidaknya keputusan damai untuk Selat Hormuz hari ini,” ujar Fanny dalam publikasi riset harian, Rabu (8/4/2026).
: IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi, Cek Saham AKRA hingga CMRY
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,26% yang dibarengi dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,78 triliun. Sejumlah saham seperti BMRI, BBRI, ANTM, CUAN, dan BUMI menjadi target pelepasan.
Dari pasar global, Wall Street ditutup bervariasi cenderung menguat tipis seiring harapan kesepakatan menit terakhir antara AS dan Iran.
Adapun Pakistan dilaporkan tengah memediasi kedua negara agar Presiden AS Donald Trump menunda tenggat waktu serangan terhadap infrastruktur Iran.
Sementara itu, pasar disebut tengah bereaksi terhadap usulan pembukaan kembali Selat Hormuz selama dua pekan sebagai itikad baik Iran. Pelaku pasar kini mencermati tenggat waktu pukul 08.00 WIB hari ini yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran strategis tersebut.
Di sisi lain, Tim Riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan melanjutkan koreksi pada hari ini setelah ditutup melemah 0,26% pada sesi sebelumnya.
Dalam laporannya, MNC Sekuritas menuturkan bahwa pergerakan indeks saat ini masih didominasi oleh tekanan jual. Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan tengah berada pada bagian dari fase gelombang koreksi yang dapat membawa indeks menuju area 6.745 hingga 6.849.
“IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745–6.849 pada label hitam. Namun, dalam skenario terbaik, jika IHSG telah menyelesaikan fase koreksinya, terdapat peluang penguatan menuju rentang 7.323–7.450,” tulis laporan MNC.
Pada hari ini, MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 6.917 dan 6.846. Sementara itu, level resistance dipatok pada angka 7.207 dan 7.302.
Di tengah risiko koreksi teknikal tersebut, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati oleh investor, antara lain PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




