Pasokan minyak belum jelas, Malaysia berpotensi krisis BBM pada Juni 2026

Hikma Lia

Malaysia berpotensi menghadapi periode krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang krusial pada pertengahan tahun ini. Situasi genting ini muncul setelah jaminan kestabilan stok BBM di negara tersebut hanya dapat dipastikan hingga bulan April dan Mei saja, meninggalkan pertanyaan besar untuk bulan-bulan berikutnya.

Advertisements

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menyoroti adanya tantangan serius terkait kepastian pasokan bahan bakar. “Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar,” tegas Akmal, sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada Minggu (12/4), menggarisbawahi urgensi situasi yang akan datang.

Menyikapi ancaman ini, Pemerintah Malaysia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Beberapa inisiatif penting yang akan diterapkan meliputi diversifikasi sumber bahan bakar untuk mengurangi ketergantungan, serta memperkuat hubungan dengan mitra dagang utama guna menjamin kelancaran distribusi. Selain fokus pada ketersediaan BBM, pemerintah juga menyadari perlunya memastikan pasokan bahan baku migas yang vital bagi kelangsungan industri di periode yang sama.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah memberikan sinyal bahwa Malaysia berpeluang menghadapi ketidakpastian pasokan BBM mulai Juni. Pernyataan ini semakin mempertegas kerentanan negara tersebut di tengah gejolak krisis energi global yang terus berlangsung.

Advertisements

Di sisi lain, Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia, Fuziah Salleh, mengakui adanya peningkatan permintaan BBM di beberapa wilayah baru-baru ini. Kondisi tersebut sempat menyebabkan gangguan sementara di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Meski demikian, Fuziah memastikan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah pemulihan pasokan untuk menormalkan kembali situasi.

“Saya ingin menegaskan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara saat ini masih stabil dan mencukupi,” ujar Fuziah, berupaya menenangkan masyarakat. Ia juga menambahkan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik dan mengimbau agar tetap melakukan pengisian serta pembelian bahan bakar seperti biasanya.

Dalam perkembangan terpisah, Petronas, perusahaan energi milik Malaysia, menegaskan bahwa mereka saat ini tidak memiliki kesepakatan pasokan BBM diesel dengan pihak manapun di Filipina. Petronas dengan jelas memprioritaskan pasokan BBM untuk kebutuhan domestik Malaysia di atas segalanya.

Pernyataan dari Petronas ini merupakan respons langsung terhadap klaim Filipina yang menyebutkan adanya pengiriman 329 ribu barel diesel asal Malaysia ke negara mereka, sebuah klaim yang telah dibantah tegas oleh Malaysia.

Advertisements

Also Read

Tags