IHSG diproyeksi lanjut melemah pada Kamis (16/4), cermati saham rekomendasi analis

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan berada di zona merah.

Advertisements

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,68% atau terpangkas 52,36 poin ke level 7.623,58 pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026).

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai pergerakan IHSG yang cenderung fluktuatif mengkonfirmasi kegagalan indeks menembus level resistance jangka panjang di MA200 sekitar 7.773. Kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor.

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pemicu dan Saham Rekomendasi Analis

Advertisements

Pertama, aksi ambil untung setelah reli signifikan dalam beberapa hari terakhir yang membuat indeks berpotensi bergerak terbatas atau sideways.

Kedua, tekanan jual investor asing yang masih berlanjut, tercermin dari capital outflow sebesar Rp 526 miliar di seluruh pasar.

Ketiga, sentimen global dari potensi lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait ketegangan geopolitik dan isu penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada sektor energi global.

Keempat, pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh Rp 17.164 turut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

IDX Basic Materials Tumbuh Positif di Tengah Gejolak, Cek Saham Rekomendasi Analis

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan pelemahan indeks disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta aksi profit taking dari investor pasca indeks menghijau selama lima hari perdagangan sebelumnya.

IHSG Diprediksi Melemah Lagi

Untuk perdagangan Kamis (16/4), Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, berada pada kisaran support 7.520 dan resistance 7.773. Indikator RSI juga menunjukkan adanya potensi pembalikan arah ke tren penurunan. 

“Saat ini, IHSG masih akan menguji area resistance MA200 di level 7.773 yang menjadi batas penting dalam jangka panjang,” kata Audi kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).

Audi menambahkan, pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, terutama dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Rabu (15/4), Investor Perlu Waspada Profit Taking

Pasar berpotensi merespons positif apabila terdapat kepastian terkait negosiasi lanjutan atau bahkan gencatan senjata jangka panjang.

Selain itu, pergerakan harga komoditas energi juga dinilai akan berdampak langsung terhadap saham-saham terkait.

Senada, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan bergerak terkoreksi dengan support 7.593 dan resistance 7.659. Menurutnya, pergerakan indeks akan diwarnai oleh sejumlah sentimen, antara lain rilis data makro AS dan juga rilis data GDP China. 

“Di sisi lain, aksi profit taking kemungkinan masih berlanjut serta investor mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran,” kata Herditya kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).

Rekomendasi Saham

Audi merekomendasikan sejumlah saham pilihan dengan analisis teknikal, antara lain:

1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 

Rekomendasi: Speculative buy

Support: Rp 3.230

Resistance: Rp 3.620

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini 4 Saham Bank Blue Chip Rekomendasi Analis

2. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) 

Rekomendasi: Trading buy

Support: Rp 720

Resistance: Rp 820

  CTRA Chart by TradingView  

Mengintip Prospek Kinerja Emiten EBT pada 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Adapun Herditya membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati investor, antara lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di target harga Rp 4.070-Rp 4.270, PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan target harga Rp 1.115-Rp 1.150, dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) di level target harga Rp 1.215-Rp 1.245 per saham.

Advertisements

Also Read

Tags