
BANYU POS JAKARTA. PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang dikenal luas sebagai kontraktor pertambangan, EPC, dan penyedia jasa minyak serta gas, telah melakukan langkah strategis dengan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Divestasi signifikan ini ditujukan kepada PT Singaraja Putra Tbk (SINI), menandai babak baru bagi kedua perusahaan tercatat tersebut.
Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) secara resmi ditandatangani oleh PTRO dan SINI pada 15 April 2026. Demikian disampaikan oleh Anto Broto, Sekretaris Perusahaan Petrosea, melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), mengkonfirmasi rencana pengambilalihan KMS.
Berdasarkan kesepakatan PPJB tersebut, Petrosea akan mengalihkan sebanyak 507.380.875 lembar sahamnya di KMS kepada SINI. Jumlah ini merepresentasikan 99,995% dari total modal ditempatkan dan disetor dalam KMS, sebuah persentase yang hampir mutlak.
Sebagai informasi, PT Kemilau Mulia Sakti sendiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara, dengan area operasional berlokasi di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Akuisisi ini memberikan SINI kendali penuh atas entitas pertambangan tersebut.
Pengalihan saham PT Kemilau Mulia Sakti ini, menurut Anto Broto, merupakan keputusan strategis yang diambil Petrosea. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fokus perusahaan pada kegiatan usaha intinya (core business), sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan alokasi sumber daya. Dengan demikian, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha Petrosea yang lebih berkelanjutan.
Di sisi lain, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) juga telah memberikan detail rencana akuisisi ini melalui keterbukaan informasi terpisah pada 16 April 2026. Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro ini mengungkapkan bahwa nilai akuisisi saham KMS mencapai Rp 1,73 triliun. Untuk membiayai transaksi tersebut, SINI berencana menerbitkan saham baru melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sebanyak 507.380.875 saham, jumlah yang sama dengan yang diakuisisi.
Agar rencana besar ini dapat terlaksana, SINI wajib meminta restu dari para pemegang sahamnya. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas dan menyetujui aksi korporasi ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 26 Mei 2026.
Menanggapi kabar tersebut, pergerakan harga saham di pasar bursa menunjukkan respons yang beragam. Pada Jumat (17/4/2026), saham SINI melonjak signifikan sebesar 9,94%, ditutup pada level Rp 18.250 per saham. Bahkan, dalam kurun waktu lima hari perdagangan, saham SINI telah melesat impresif hingga 43,98%.
Sementara itu, saham PTRO justru mengalami koreksi tipis sebesar 0,8% menjadi Rp 6.200 pada penutupan perdagangan Jumat. Meskipun demikian, dalam rentang waktu lima hari terakhir, saham PTRO masih membukukan kenaikan yang cukup solid sebesar 18,1%.




