Cek prospek kinerja Fore Kopi (FORE) usai catat kenaikan kinerja di awal tahun 2026

Hikma Lia


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) berhasil menorehkan kinerja keuangan yang gemilang pada kuartal I-2026, mencatatkan lonjakan signifikan pada laba bersih dan pendapatan perusahaan.

Advertisements

Dalam laporan keuangannya, FORE membukukan laba bersih sebesar Rp 9,4 miliar per Maret 2026. Angka ini melonjak tajam 60,47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 5,87 miliar. Sejalan dengan peningkatan laba tersebut, penjualan perusahaan juga mengalami pertumbuhan impresif, mencapai Rp 444,45 miliar dalam tiga bulan pertama 2026, melesat 52,37% yoy.

Menanggapi pencapaian ini, Direktur Utama PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, menyatakan bahwa hasil kinerja kuartal I-2026 merefleksikan konsistensi pendekatan strategis perusahaan. Vico menegaskan komitmen Fore Coffee dalam menjaga keunggulan operasional, tanpa kompromi terhadap kualitas produk, serta kehati-hatian dalam mengalokasikan modal.

Fore Kopi (FORE) Catat Kenaikan Laba 60,47% Jadi Rp 9,43 Miliar di Kuartal I-2026

Advertisements

Vico menambahkan bahwa setiap pembukaan gerai baru merupakan hasil seleksi lokasi yang matang dan pemanfaatan dana IPO yang disiplin. Selain itu, perusahaan juga berfokus pada penciptaan imbal hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. “Meskipun kuartal ini diwarnai lingkungan makro yang penuh tantangan, tim kami mengeksekusi dengan presisi, dan angka-angkanya berbicara sendiri. Kami tetap optimistis terhadap trajektori bisnis ini dan terhadap kemampuan kami untuk terus menciptakan nilai seiring pertumbuhan skala usaha,” kata Vico dalam siaran persnya, Senin (20/4/2026).

Senada dengan Vico, Komisaris Utama PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Willson Cuaca, menyoroti ketahanan kinerja perusahaan pada kuartal I tahun ini. Menurutnya, meskipun periode kuartal lebih singkat karena libur panjang, perusahaan juga menghadapi tantangan dari dinamika geopolitik global dan konflik yang masih berlangsung, yang membuat kondisi operasional kian sulit diprediksi. “Meskipun demikian, capaian pertumbuhan FORE sebesar 60,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya membuktikan bahwa Fore Coffee telah menjadi tempat nongkrong de facto bagi masyarakat Indonesia,” tambah Willson.

Fore Coffee Indonesia terus menggenjot strategi ekspansi gerai dengan menambahkan lebih dari 20 gerai baru sepanjang kuartal I-2026. Menariknya, lebih dari 40% dari gerai baru tersebut berlokasi di kota-kota tier 2 dan tier 3, yang menunjukkan besarnya permintaan akan pengalaman kopi premium di pasar-pasar tersebut. Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen manajemen dalam menggunakan dana IPO sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan.

Fore Kopi (FORE) Suntik Modal ke Anak Usaha Lebih dari Rp 13 Miliar

Per akhir Maret 2026, jaringan Fore Coffee Indonesia telah tumbuh 35% yoy, mencapai 338 gerai aktif dibandingkan 251 gerai pada kuartal I-2025.

Prospek Kinerja FORE yang Menjanjikan

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, memperkirakan bahwa kinerja positif FORE didorong oleh kombinasi ekspansi outlet yang agresif, peningkatan lalu lintas konsumen, serta strategi produk dan harga yang tepat sasaran. Selain itu, momentum konsumsi domestik yang tetap terjaga di awal tahun juga turut menopang pertumbuhan penjualan Fore Coffee. Dari sisi bottom line, lonjakan laba yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan mengindikasikan adanya efisiensi operasional dan perbaikan margin yang signifikan.

“Secara fundamental, kinerja FORE mulai menunjukkan perbaikan yang positif. Namun, sejauh mana hal tersebut sudah tercermin dalam harga saham masih sangat bergantung pada ekspektasi pasar ke depan,” ungkap Elandry. Ia menambahkan, dari sisi valuasi berbasis nilai buku, posisi fundamental FORE relatif sejalan dengan rata-rata emiten di sektor Food and Beverage. Jika harga saham FORE telah lebih dulu mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi, potensi kenaikan lanjutan cenderung terbatas. Sebaliknya, apabila valuasinya masih kompetitif dibandingkan perusahaan sejenis, peluang apresiasi harga tetap terbuka, terutama bila kinerja perusahaan mampu dijaga secara konsisten.

Ke depan, faktor pendukung utama kinerja FORE adalah ekspansi jaringan yang berlanjut, inovasi produk, serta daya beli masyarakat yang tetap solid. Namun, Elandry juga mengidentifikasi sejumlah faktor pemberat seperti potensi kenaikan harga bahan baku, persaingan yang semakin ketat di segmen kopi dan minuman siap saji, serta risiko pelemahan konsumsi jika kondisi makro berubah. “Secara prospek, selama FORE mampu menjaga pertumbuhan outlet dan efisiensi, kinerjanya masih berpotensi tumbuh positif hingga akhir 2026,” tambahnya.

Pasar Obligasi Bergerak Terbatas, Risiko Domestik Masih Jadi Sorotan

Elandry juga menganalisis bahwa untuk periode jangka menengah hingga panjang, saham FORE cenderung lebih cocok untuk investor dengan profil growth, dengan catatan perlu mencermati valuasi dan keberlanjutan ekspansi. Jika perusahaan mampu menjaga pertumbuhan dua digit dan memperbaiki profitabilitas secara konsisten, maka saham ini masih menarik. Namun, volatilitas harga tetap perlu diantisipasi mengingat sektor ini cukup sensitif terhadap perubahan sentimen pasar dan konsumsi.

Sementara itu, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, turut menegaskan bahwa prospek FORE masih positif. Hal ini didukung oleh ekspansi jaringan, pertumbuhan konsumsi F&B, serta peningkatan brand awareness Fore Coffee. Namun, ia juga menyoroti tantangan utama yang berasal dari daya beli masyarakat, persaingan yang semakin ketat, serta potensi kenaikan biaya bahan baku dan operasional yang dapat menekan margin. “Dengan begitu, pertumbuhan diperkirakan tetap tinggi, namun lebih moderat dibanding awal tahun,” tambah Azis kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan analisisnya, Azis merekomendasikan trading buy saham FORE dengan target harga di level Rp 1.025.

Advertisements

Also Read

Tags