BANYU POS – , JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) secara resmi mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Penetapan ini menindaklanjuti keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (21/4/2026), di mana perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar US$123,9 juta, atau setara dengan US$49,4423 per saham.
Informasi mengenai jadwal pembagian dividen PGEO ini disampaikan oleh Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora, melalui keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI). Dijelaskan bahwa pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham atau recording date pada 5 Mei 2026, tepat pukul 16.00 WIB.
Berikut adalah rincian jadwal lengkap pembagian dividen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO):
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 April 2026
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 4 Mei 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 5 Mei 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 6 Mei 2026
- Tanggal pencatatan (recording date): 5 Mei 2026
- Tanggal pembayaran dividen: 22 Mei 2026
Keputusan pembagian dividen tunai ini didasari oleh kinerja keuangan PGEO yang solid sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025, PGEO berhasil membukukan pendapatan sebesar US$432,73 juta.
Angka pendapatan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 6,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai US$407,12 juta. Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti fundamental keuangan perseroan yang kuat.
“Capaian ini menunjukkan kinerja PGE yang tetap berada pada jalur yang sehat, mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang kuat,” jelas Yurizki Rio. Ia menambahkan, “Kondisi tersebut turut didukung oleh kinerja operasional yang mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high dengan kenaikan produksi sebesar 5,6% pada 2025.” Prestasi ini memperkuat posisi Pertamina Geothermal Energy sebagai pemain kunci dalam sektor panas bumi.
Secara kumulatif, PGEO berhasil membukukan laba bersih impresif sebesar US$137,67 juta sepanjang 2025, yang setara dengan sekitar Rp2,34 triliun. Selain itu, kondisi finansial perseroan semakin kokoh dengan pencatatan total aset mencapai US$3,03 miliar, serta posisi kas dan setara kas yang kuat di angka US$718,50 juta pada akhir tahun lalu.
Baca juga: Fransetya Hutabarat Ditunjuk menjadi Direktur Keuangan Pertamina Geothermal (PGEO)
Baca juga: Manuver Ekspansif PGEO: Dari Panas Bumi Hingga Pusat Data
Baca juga: PGEO Mulai Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4, Bidik Kapasitas 220 MW




