Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa pencopotan dua direktur jenderal (dirjen) di lingkup Kementerian Keuangan (Kemenkeu) adalah bagian dari proses rotasi jabatan yang lumrah. Kedua pejabat eselon I yang baru saja dinonaktifkan tersebut adalah Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Febrio Kacaribu, serta Direktur Jenderal Anggaran (DJA), Luky Alfirman.
“Rotasi eselon I itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun putar, berapa tahun putar. Jadi enggak ada yang istimewa dari situ,” tegas Purbaya di Jakarta, pada Jumat (24/4/2026), menepis spekulasi mengenai keputusan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga ditanya mengenai kaitan rotasi ini dengan pernyataannya sebelumnya tentang pejabat yang lamban dalam eksekusi tugas. Ia memberikan jawaban yang bernuansa, mengakui adanya sedikit kaitan, namun menegaskan bahwa itu bukanlah satu-satunya alasan dibalik perombakan tersebut. “Iya dan tidak. Iya ada sedikit, tetapi nggak itu saja, ada yang lain-lain,” ungkap Purbaya. 
Lebih lanjut, Purbaya menyoroti banyaknya “gangguan” atau noise yang berpotensi memicu sentimen negatif terhadap Kementerian Keuangan. Salah satu contoh yang disebutkan adalah isu mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disebut-sebut tidak akan mampu bertahan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak dinaikkan. Menurutnya, narasi semacam itu seolah menggambarkan kondisi ekonomi nasional yang akan terpuruk dalam beberapa bulan ke depan, padahal realitanya tidak demikian. “Ini kan juga terjadi kan noise yang seolah-olah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka bilang kan 3 bulan waktu itu, kan berarti 2 bulan lagi, Juni, Juli. Tapi keadaannya enggak seperti itu. Noise dari pemerintah sudah kita rapikan nih,” jelasnya. 
Tidak hanya itu, Purbaya juga mengungkap adanya dugaan-dugaan yang menyudutkan dirinya secara personal dari internal. Isu-isu tersebut menyatakan bahwa dirinya adalah sosok yang tertutup, kurang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, dan bahkan tidak disarankan untuk bertemu investor karena dikhawatirkan dapat mengganggu kepercayaan pasar. “Ada informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, nggak bisa bahas Inggris kali dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal, jadi kita rapikan itu sedikit,” kata Purbaya.
Purbaya menekankan bahwa perbedaan pandangan di lingkungan internal Kemenkeu adalah hal yang wajar dan diperbolehkan. Namun, ia dengan tegas menolak penyebaran informasi atau angka yang tidak akurat, sebab hal tersebut dapat menyesatkan publik dan meruntuhkan kredibilitas serta legacy pemerintah. “Kalau perbedaan pendapatnya nggak apa-apa. Kita kalau perbedaan pendapat boleh loh di Keuangan. Marah-marah mereka ini. Nggak apa-apa. Cuman ketika ada misinformasi seperti itu kan meruntuhkan legacy pemerintah juga. Jadi mesti kita rapikan,” ujarnya.
Terkait penggantian pejabat, Purbaya mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menunjuk Pelaksana Tugas Harian (Plh) untuk mengisi posisi kedua Dirjen yang dicopot sejak tanggal 21 April 2024. “Iya. Sudah dikasih PLH sekarang,” kata Purbaya kepada jurnalis di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/4/2026). 
Mengenai nasib kedua pejabat yang dicopot, Purbaya menyebutkan bahwa mereka diminta untuk beristirahat terlebih dahulu. Purbaya menjelaskan, pihak Kemenkeu akan mencari posisi atau tempat yang paling sesuai bagi mereka di kemudian hari.
Purbaya Copot Dirjen DJSEF dan Dirjen Anggaran
Daftar 5 Pejabat Baru Kemenkeu yang Dilantik Purbaya
Purbaya Pastikan Tak Berencana Pungut Pajak Kapal di Selat Malaka




