Bantargebang penghasil gas metana kedua terbesar dunia, setara satu PLTU besar

Hikma Lia

Bantargebang tercatat sebagai lokasi pembuangan sampah dengan “semburan” gas metana terbesar kedua di dunia. Ini berdasarkan laporan tim riset dari Emmett Institute di University of California Los Angeles (UCLA), merujuk pada data Carbon Mapper yang berasal dari satelit milik Planet Labs dan stasiun ruang angkasa NASA.

Advertisements

Gas metana berasal dari pembusukan sampah organik. Besarnya emisi metana dapat mengindikasikan dominasi sampah organik serta pengelolaannya yang belum optimal. Padahal, sampah organik berpotensi diolah menjadi kompos, sedangkan gas metana yang ditangkap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Akumulasi gas metana di dalam timbunan sampah berbahaya karena dapat memicu kebakaran atau ledakan. Di sisi lain, pelepasan metana dalam jumlah besar ke atmosfer turut memperparah pemanasan global.

Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang terletak di Bekasi, Jawa Barat, terdeteksi menghasilkan  sekitar 6,3 metrik ton metana per jam pada 2025 lalu. Sedangkan tempat sampah dengan emisi metana tertinggi di dunia yaitu Campo de Mayo di Buenos Aires, Argentina menghasilkan sekitar 7,6 metrik ton metana per jam.

Advertisements

Baca juga:

  • Tersangka Kasus Longsor Sampah Bantargebang Bisa Bertambah, Pejabat DKI Terancam
  • Progres Transformasi TPA Suwung: Tempat Sampah Terbesar di Bali Jadi Taman Kota
  • Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Janji Benahi Penanganan Sampah

Citra Emisi TPST Bantargebang (Carbon Mapper)

Jumlah tersebut setara yang dihasilkan jutaan mobil berbahan bakar minyak atau pembangkit listrik besar. “Tempat pembuangan sampah yang menghasilkan emisi lima ton metana per jam memiliki kontribusi terhadap pemanasan global yang setara dengan satu juta kendaraan SUV atau satu pembangit batu bara berkapasitas 500 megawatt,” demikian tertulis di situs UCLA, dikutip Selasa (28/4).

Sebagai perbandingan, PLTU Babelan – pembangkit berbahan bakar campuran batu bara dan biomassa yang diperasikan produsen listrik swasta PT Cikarang Listrindo di Bekasi Barat – memiliki kapasitas 280 megawatt. Sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) yang dioperasikan PT Bekasi Power di kawasan industri Jababeka memiliki kapasitas total 755 megawatt. Perbandingan ini menggambarkan peran signifikan Bantargebang sebagai sumber polusi kawasan Bekasi dan sekitarnya. 

Berikut daftar 25 tempat pembuangan sampah dengan “semburan” metana terbesar di dunia berdasarkan laporan bertajuk “Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills” yang dirilis UCLA:

Advertisements

Also Read

Tags