Rupiah spot ditutup menguat 0,31% ke Rp 17.333 per dolar AS pada Kamis (7/5/2026)

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Nilai tukar Rupiah di pasar spot menunjukkan kinerja positif pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026), mengukuhkan posisi di level Rp 17.333 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini menandai kenaikan signifikan sebesar 0,31% dibandingkan dengan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di Rp 17.387 per dolar AS, menunjukkan optimisme di tengah dinamika pasar keuangan domestik.

Advertisements

Di kancah Asia, sentimen positif menyelimuti hampir seluruh mata uang di kawasan ini, yang secara kompak menguat terhadap dolar AS pada sore hari yang sama. Peso Filipina mencatat penguatan paling signifikan, yakni sebesar 1,53%. Diikuti oleh ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,43%, dan Rupiah Indonesia sendiri yang menguat 0,31%. Selanjutnya, rupee India juga menunjukkan performa baik dengan kenaikan 0,26%, dolar Taiwan menguat 0,24%, dan baht Thailand mencatatkan penguatan 0,22%.

Tidak hanya itu, dolar Singapura turut menguat 0,20%, diikuti oleh yuan China sebesar 0,16%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,07%, dolar Hong Kong menguat 0,05%, dan won Korea menutup daftar penguatan dengan apresiasi tipis 0,003% terhadap dolar AS. Kinerja kolektif ini mencerminkan tren pelemahan dolar AS di tengah pasar keuangan global.

Rupiah Menguat ke Rp 17.364 per Dolar AS Kamis (7/5) Siang, Dipicu Faktor Geopolitik

Advertisements

Sejalan dengan penguatan mata uang Asia, indeks dolar yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, juga terpantau mengalami penurunan. Indeks ini berada di level 97,87, melemah dari posisi 98,02 yang tercatat pada hari sebelumnya. Penurunan indeks dolar ini semakin mengukuhkan gambaran umum pelemahan dolar AS di pasar global.

Advertisements

Also Read

Tags