Saham big banks di bawah tekanan gejolak pasar, begini saran analis

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Saham-saham bank berkapitalisasi besar atau big banks masih berada di bawah tekanan di tengah gejolak pasar, meskipun tidak termasuk dalam daftar saham Indonesia yang dikeluarkan dari rebalancing MSCI Global Standard Index.

Advertisements

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), seluruh saham perbankan utama kompak melemah. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,94% ke Rp 4.200 dan dalam sepekan terkoreksi 6,87%. PT Bank Rakyat Indonesia T k (BBRI) melemah 3,1% ke Rp 3.120. 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,02% ke Rp 3.870, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah tipis 0,41% ke Rp 6.100.

Meski tekanan harga terjadi, aliran dana asing menunjukkan pola yang beragam. BBNI masih mencatat net buy asing Rp 4,11 miliar pada hari terakhir perdagangan dan Rp 44,59 miliar dalam sepekan. 

Advertisements

Saham Big Banks Kompak Melemah, Senin (13/4), Begini Rekomendasi Analis

Sebaliknya, BBRI mengalami net sell asing Rp 273,5 miliar pada hari yang sama, meski secara mingguan masih mencatat net buy Rp 120,8 miliar.

Tekanan lebih dalam terlihat pada BMRI yang mencatat net sell asing Rp 139,7 miliar dalam sehari dan mencapai Rp 1,41 triliun dalam sepekan. Sementara BBCA juga berada dalam tekanan jual asing dengan net sell Rp 245,9 miliar dalam sepekan.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menjelaskan bahwa tekanan pada saham bank besar tidak lepas dari dampak tidak langsung rebalancing MSCI. 

Meski tidak dikeluarkan, keluarnya sejumlah saham Indonesia, terutama dari sektor energi dan material, menurunkan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut.

“Kondisi ini mendorong investor asing menurunkan eksposur secara keseluruhan, termasuk di saham perbankan besar,” kata Harry, Jumat (15/5/2026).

Selain faktor MSCI, pelemahan rupiah juga menjadi tekanan tambahan. Nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp 17.500 per dolar AS dinilai berpotensi menggerus sentimen pasar, terutama karena beberapa bank besar mulai meningkatkan pencadangan pada kuartal I-2026.

Saham Big Banks Tertekan Aksi Jual Asing, Simak Rekomendasi Analis

Namun demikian, sejumlah analis menilai prospek sektor perbankan masih tetap solid.

Analis KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, mengatakan fundamental bank-bank besar masih kuat dan berpotensi membaik pada kuartal II-2026. Perbaikan ini didorong stabilisasi kualitas aset, prospek pertumbuhan kredit pada semester II-2026, serta dukungan stimulus pemerintah terhadap konsumsi dan pembiayaan.

“Valuasi saat ini juga sudah cukup menarik untuk akumulasi bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, BBRI berpeluang terdorong oleh pemulihan segmen UMKM, BMRI dengan pendapatan yang relatif stabil, sementara BBNI dinilai paling menarik dari sisi valuasi.

Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai saham big banks masih memiliki daya tarik karena fundamental kuat dan likuiditas tinggi, yang menjaga minat investor asing. Selain itu, seluruh bank besar juga masih masuk dalam indeks MSCI Global Standard.

Saham Big Banks Kembali Bangkit Pasca Ditinggal Asing, Begini Rekomendasi Sahamnya

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa volatilitas jangka pendek masih berpotensi berlanjut pasca pengumuman MSCI. Saham-saham perbankan besar diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan sebelum cenderung stabil menjelang akhir Mei.

Nafan juga memberikan proyeksi target harga masing-masing saham: BBCA di Rp 8.350, BBRI di Rp 3.670, BBNI di Rp 4.520, dan BMRI di Rp 5.650.

Advertisements

Also Read

Tags