Calon dirut BEI Iding Pardi usung visi perkuat tata kelola, seleksi IPO diperketat

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA – Iding Pardi, salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), telah memaparkan visi strategisnya yang berfokus pada penguatan tata kelola di bursa. Iding, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menegaskan bahwa fondasi tata kelola yang kokoh merupakan prasyarat mutlak bagi pertumbuhan pasar modal yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Advertisements

Wujud konkret dari visi penguatan tata kelola tersebut adalah komitmen Bursa Efek Indonesia untuk menaruh perhatian lebih pada peningkatan kualitas perusahaan-perusahaan IPO. Melalui pendekatan ini, Iding berharap para investor pasar modal akan lebih aktif bertransaksi dan tidak hanya menjadi deretan ‘angka’ semata dalam data pertumbuhan jumlah single investor identification (SID), melainkan menjadi partisipan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kami ingin memperkuat governance, baik tata kelola bursa maupun tata kelola pasar secara keseluruhan. Ini adalah fondasi utama agar pasar kita dapat bertumbuh dengan lebih sehat lagi,” ujar Iding saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), menekankan urgensi perbaikan sistemik.

: IHSG Dibuka Turun 0,66% ke 6.328, Investor Nantikan Pidato Prabowo di RAPBN 2027

Advertisements

Proses pemilihan jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah berlangsung, mengingat masa jabatan direksi saat ini akan berakhir pada 29 Juni 2029. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melaksanakan serangkaian fit and proper test bagi para calon, termasuk Iding Pardi, pada Selasa, 12 Mei 2026. Apabila lolos dan terpilih untuk memimpin BEI, Iding menegaskan bahwa ia akan secara konsisten menekankan pentingnya kualitas pasar dan kualitas IPO.

“Ukuran-ukuran pertumbuhan pasar memang signifikan, dan jumlah investor kita telah bertumbuh pesat. Namun, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas investor dan kualitas penawaran umum perdana (IPO). Tujuannya adalah agar investor dapat berinvestasi secara berkelanjutan, tidak sekadar bertransaksi lalu menjadi kapok atau jera,” tegas Iding, menguraikan visi untuk ekosistem investasi yang lebih matang.

Selain fokus pada perbaikan governance, Iding juga menilai krusialnya bagi Bursa Efek Indonesia untuk menjaga komunikasi dan hubungan yang erat dengan penyedia indeks global terkemuka seperti MSCI atau FTSE. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut berperan sebagai barometer penting yang mencerminkan pandangan investor global terhadap bursa saham Tanah Air, serta kredibilitasnya di mata dunia.

Saat ini, pasar modal domestik tengah menghadapi kombinasi sentimen negatif yang signifikan. Data BEI menunjukkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah terkoreksi lebih dari 20% sejak awal tahun, diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai puluhan triliun rupiah. Berbagai faktor seperti pengumuman MSCI, pelemahan nilai tukar rupiah, lonjakan harga minyak dunia, dan ketidakpastian global turut menghantam pasar. Iding Pardi mengungkapkan bahwa dinamika pasar ini juga menjadi perhatian utama dan turut dipertanyakan oleh OJK dalam sesi fit and proper test.

“Tentu saja, kasus-kasus yang kini terjadi di pasar menjadi perhatian serius OJK dan telah ditanyakan pula. Menurut saya, fokus kita harus tetap pada tata kelola; bagaimana kita mengelola pasar dengan lebih prudent dan berdasarkan prinsip governance yang kuat. Karena fluktuasi naik turunnya pasar itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, sebagai institusi bursa, peran utama kami adalah memperkuat fondasi tata kelola itu sendiri,” pungkas Iding, menegaskan komitmennya terhadap stabilitas dan integritas pasar di tengah gejolak global.

Disclaimer: Berita ini disajikan sebagai informasi dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read