S&P akan melanjutkan rebalancing saham Indonesia pada Maret 2026, berbeda dengan MSCI dan FTSE Russell yang menangguhkan peninjauan karena isu transparansi.
Presiden Prabowo menegaskan dukungan pemerintah terhadap pasar keuangan Indonesia di tengah gejolak. OJK menunjuk pejabat baru untuk menjaga stabilitas.