Wall Street menguat ditopang rebound saham chip, menantikan laba Alphabet dan Intel

Hikma Lia

BANYU POS  Indeks-indeks utama Wall Street menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), didorong pemulihan saham-saham semikonduktor yang mengalihkan perhatian investor dari memanasnya konflik di Timur Tengah.

Advertisements

Pelaku pasar kini menanti laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi untuk mencari petunjuk mengenai prospek investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Melansir Reuters, pukul 09.57 waktu New York, Dow Jones Industrial Average naik 171,34 poin atau 0,33% ke level 52.010,60.

Advertisements

Sementara itu, S&P 500 menguat 30,20 poin atau 0,41% menjadi 7.473,48 dan Nasdaq Composite naik 172,68 poin atau 0,68% ke level 25.680,75.

BREN Kantongi Pinjaman US$ 300 Juta dari Bangkok Bank

Sentimen geopolitik masih membayangi pasar setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke wilayah selatan dan barat Iran sebagai balasan atas tewasnya sejumlah tentara AS.

Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima usulan gencatan senjata selama 10 hari dari para mediator.

Harga minyak mentah Brent melonjak ke atas US$ 90 per barel setelah serangan tersebut.

Meski demikian, pemulihan saham-saham produsen chip menjadi pendorong utama penguatan pasar.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 3,7% dan menguat untuk hari kedua berturut-turut.

Saham BUMN Danantara Masih Menarik di Tengah Sorotan Moody’s, Ini Pilihan Analis

Meski indeks tersebut masih berada lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni yang secara teknikal menandakan bear market kinerjanya masih melonjak hampir 72% sejak awal tahun.

Saham SanDisk, Western Digital, dan Micron Technology mencatat kenaikan antara 7,7% hingga 10,2%.

Dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham semikonduktor tertekan akibat meningkatnya keraguan investor apakah reli sektor tersebut sepanjang tahun ini sudah terlalu tinggi.

Pasar juga mempertanyakan kapan investasi besar-besaran perusahaan teknologi raksasa (hyperscalers) di bidang AI akan mulai menghasilkan keuntungan yang nyata.

Di indeks acuan S&P 500, sektor teknologi informasi memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 1,3%.

Prospek Kripto 2026 Masih Cerah, Bitcoin Berpeluang Tembus US$ 100.000?

Chief Market Strategist B. Riley Wealth Art Hogan mengatakan, investor saat ini harus menyeimbangkan sentimen positif dari musim laporan keuangan dengan risiko yang berasal dari konflik Iran.

“Investor harus menyeimbangkan laporan keuangan yang kuat dengan perang yang masih berlangsung di Iran,” ujar Hogan.

Menurutnya, pasar membutuhkan kepastian dari perusahaan teknologi besar seperti Alphabet terkait komitmen belanja modal (capital expenditure/CapEx).

“Kami perlu mendengar perusahaan hyperscaler seperti Alphabet kembali menegaskan rencana belanja modal mereka. Konfirmasi tersebut kemungkinan akan menjadi penopang bagi saham-saham semikonduktor,” katanya.

Fokus investor pekan ini akan tertuju pada laporan keuangan Alphabet dan Intel, yang diperkirakan menjadi penentu apakah reli saham bertema AI masih memiliki ruang untuk berlanjut di tengah ekspektasi laba yang sudah tinggi.

Wall Street Dibuka Naik Selasa (21/7), Jelang Laporan Keuangan Raksasa Teknologi

Di sisi lain, ketidakpastian pasar juga bertambah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor sebesar 50% terhadap berbagai produk asal Kanada.

Laporan Financial Times menyebut Trump juga diperkirakan akan mengumumkan tarif baru terhadap puluhan negara dalam pekan ini, menjelang berakhirnya tarif global sebesar 10% pada Jumat.

Di antara pergerakan saham individual, 3M melonjak 9,5% setelah menaikkan proyeksi laba sepanjang tahun.

Sebaliknya, saham Danaher anjlok 13% setelah perusahaan memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan inti dan melaporkan pendapatan bisnis bioteknologi yang lebih lemah dari perkiraan.

Laba Bersih PT PP (PTPP) Melonjak 196,5% per Juni 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

Sementara itu, saham MSCI turun 11% setelah penyedia indeks tersebut menaikkan proyeksi beban operasional sepanjang tahun meskipun berhasil membukukan pendapatan kuartalan di atas ekspektasi analis.

Saham-saham perangkat lunak juga berada di zona merah setelah Morgan Stanley menurunkan rekomendasi dan target harga sejumlah emiten di sektor tersebut.

Saham Adobe, Intuit, Workday, dan Salesforce masing-masing melemah antara 1,5% hingga 2,6%.

Advertisements

Also Read

Tags