KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) terus mematangkan sejumlah aksi korporasi strategis. MEJA telah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.
Dalam RUPSLB tersebut, MEJA akan meminta persetujuan pemegang saham terkait pemberian kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mendukung rencana aksi korporasi sekaligus memperkuat struktur permodalan. MEJA menyebut proses tersebut akan dilakukan secara efektif dan terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Rupiah Spot Melemah 0,17% ke Rp 17.918 per Dolar AS pada Rabu (22/7) Pagi
Di samping persiapan RUPSLB, MEJA juga terus melanjutkan proses menuju pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Aksi korporasi tersebut direncanakan untuk mendukung rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Saat ini, MEJA tengah menyelesaikan proses audit laporan keuangan periode Juni 2026 yang menjadi salah satu bagian dari persyaratan dan kelengkapan dokumen untuk pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk Richie Adrian Hartanto mengatakan, perusahaan juga sedang melakukan proses penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Penunjukan tersebut berkaitan dengan rencana perubahan bidang usaha MEJA menjadi perusahaan induk.
“Penunjukan KJPP tersebut merupakan bagian dari proses penilaian independen yang diperlukan untuk mendukung rencana perubahan kegiatan usaha serta memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” kata Richie dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 3.000 Jadi Rp 2.635.000 per Gram, Rabu (22/7)
Dalam catatan Kontan sebelumnya, MEJA bersiap melakukan lompatan besar dengan merambah bisnis tambang batubara melalui aksi akuisisi strategis senilai sekitar US$ 100 juta.
Emiten produsen furnitur dan jasa konstruksi interior ini rencananya akan mengambil 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) untuk memperkuat diversifikasi bisnis dan sumber pendapatan baru.
Aksi korporasi tersebut ditargetkan rampung pada kuartal III-2026 dengan skema share swap atau pertukaran saham.




