BANYU POS JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali menembus level US$65.500, tertinggi dalam sekitar lima pekan terakhir.
Kenaikan ini juga diikuti sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), didorong oleh kombinasi sentimen positif dari perkembangan regulasi di Amerika Serikat serta meningkatnya minat investor institusi.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai penguatan tersebut mencerminkan semakin matangnya pasar aset kripto.
Menurutnya, pembentukan harga kini semakin dipengaruhi faktor-faktor fundamental, mulai dari kebijakan ekonomi, perkembangan regulasi, hingga partisipasi investor institusi.
“Sentimen positif mulai dirasakan oleh pasar secara lebih luas,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Bitcoin Tembus US$ 80.000, Didorong Arus ETF dan Sentimen Global
Aloysia menjelaskan, salah satu pendorong optimisme pasar adalah semakin jelasnya arah pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat (AS).
Kepastian regulasi dari negara dengan pasar keuangan terbesar dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, memberikan kepastian hukum bagi industri, sekaligus mendorong partisipasi investor institusi dalam jangka panjang.
Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan CLARITY Act menunjukkan perkembangan positif setelah kerangka regulasinya disetujui.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar karena membuka peluang terciptanya ekosistem aset digital yang lebih jelas dan terstruktur.
Dari sisi investor institusi, minat terhadap Bitcoin juga tetap kuat. Berdasarkan data SoSoValue, Spot Bitcoin ETF di AS mencatat arus dana bersih (net inflow) sekitar US$ 430 juta dalam dua hari perdagangan pada 20–21 Juli.
Menurut Aloysia, meski bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga, arus dana tersebut menunjukkan permintaan terhadap eksposur Bitcoin masih terjaga.
Bitcoin Tembus US$ 78.000, Waspada Ada Koreksi Jelang Keputusan The Fed
Selain itu, pasar kini menantikan sejumlah agenda ekonomi penting, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve dan rilis laporan keuangan emiten teknologi besar AS seperti Alphabet, Tesla, dan Intel.
Kinerja perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan akan memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk kripto, mengingat pergerakan Bitcoin belakangan memiliki korelasi dengan saham-saham sektor teknologi.
Aloysia mengingatkan investor agar tidak hanya terpaku pada kenaikan harga jangka pendek.
Ia menilai pergerakan aset kripto dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan sehingga investor perlu tetap menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko setiap aset, dan berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang.
Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7858859/bitcoin-sentuh-65500-dolar-as-sentimen-pasar-kripto-berpotensi-membaik.




