BANYU POS – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI diproyeksi kembali naik pada pekan depan seiring meningkatnya eskalasi geopolitik Amerika Serikat (AS) – Iran. Mengutip Trading Economics, harga minyak mentah WTI di level US$ 84,67 per barel pada Jumat (31/7), naik 23,46% dalam sebulan.
Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, permasalahan geopolitik di Timur Tengah masih terus memberi dorongan terhadap memanasnya harga minyak mentah dunia. AS dan Israel disebut sedang mempersiapkan kampanye pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran
Arab Saudi disebut juga menyerukan persatuan negara arab terhadap blokade yang dilakukan Houthi Yaman dan Iran di Laut Merah. Sebab jalur tersebut juga salah satu jalur minyak mentah Arab Saudi.
Rupiah Berpeluang Tertekan, Efek Data AS dan Pergerakan Yield US Treasury
“Blokade di Selat Hormuz sampai saat ini membuat transportasi di Selat Hormuz terbatas. Ini membuat ketegangan tersendiri apabila AS dan israel melakukan penyerangan besar – besaran,” ucap Ibrahim, Minggu (2/8/2026).
Ibrahim memproyeksikan harga minyak mentah WTI dalam sepekan ke depan dikisaran US$ 80,50 – US$ 96 per barel.




