IHSG Menguat Sepekan, Asing Borong Saham Rp2,2 Triliun

Hikma Lia

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sepekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa yang cukup menggembirakan sepanjang periode perdagangan tanggal 18 hingga 21 Agustus 2026. Dalam kurun waktu sepekan tersebut, indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil mencatatkan penguatan sebesar 1,18 persen. Pergerakan positif ini mencerminkan adanya optimisme di kalangan pelaku pasar, meskipun dinamika ekonomi global dan domestik terus membayangi pergerakan instrumen keuangan.

Advertisements

Berdasarkan data resmi dari aplikasi IDX Mobile yang dihimpun pada hari Minggu, 23 Agustus 2026, IHSG bergerak secara fluktuatif namun cenderung menguat dalam rentang harga yang cukup lebar, yaitu pada kisaran level terendah di 6.374 hingga menyentuh level tertinggi di 6.552. Rentang pergerakan ini memberikan gambaran mengenai tingkat volatilitas pasar yang terjadi selama empat hari perdagangan, mengingat adanya hari libur nasional yang memperpendek hari bursa pada pekan tersebut.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa selama sepekan kemarin tergolong sangat aktif. Hal ini tecermin dari total volume perdagangan saham yang mencapai angka fantastis, yakni sebanyak 201,22 miliaran lembar saham yang berpindah tangan. Nilai transaksi keseluruhan yang tercipta dari aktivitas jual beli saham tersebut menyentuh angka Rp62,3 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi yang tercatat oleh sistem perdagangan bursa mencapai 8,84 juta kali transaksi. Angka-angka ini menunjukkan tingkat likuiditas pasar yang sangat memadai, di mana para investor, baik institusi maupun ritel, secara aktif melakukan penyesuaian portofolio investasi mereka.

Advertisements

Pertumbuhan Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia

Seiring dengan menguatnya indeks acuan, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) di Bursa Efek Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan pada penutupan pekan ini. Kapitalisasi pasar bursa ditutup di level Rp11.449 triliun. Jika dibandingkan dengan posisi pada pekan sebelumnya yang berada di level Rp11.243 triliun, maka terjadi kenaikan sebesar 1,83 persen.

Kenaikan kapitalisasi pasar sebesar Rp206 triliun ini mengindikasikan bahwa nilai pasar dari seluruh perusahaan yang tercatat di bursa mengalami apresiasi secara kolektif. Pertumbuhan kapitalisasi pasar merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan tingkat kesehatan dan daya tarik pasar modal suatu negara. Dengan meningkatnya nilai kapitalisasi ini, kepercayaan investor global maupun domestik terhadap stabilitas dan prospek emiten-emiten di Indonesia diharapkan akan terus terjaga dengan baik.

Dinamika Transaksi Investor Domestik dan Asing

Dilihat dari sisi pelaku pasar, komposisi nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan ini masih didominasi secara signifikan oleh aktivitas investor lokal atau domestik. Tercatat bahwa investor domestik menguasai porsi transaksi sebesar 69 persen, sementara investor asing berkontribusi sebesar 31 persen dari total nilai transaksi keseluruhan yang terjadi di bursa.

Secara lebih terperinci, investor domestik mencatatkan nilai transaksi beli yang sangat besar, yaitu mencapai Rp42,16 triliun. Namun di sisi lain, aksi jual yang dilakukan oleh investor domestik juga tidak kalah besar, yakni mencapai Rp44,39 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa di kalangan investor lokal terdapat kecenderungan untuk merealisasikan keuntungan (profit taking) atau melakukan realokasi aset ke instrumen lain yang dianggap lebih aman di tengah fluktuasi pasar.

Sementara itu, pergerakan investor asing justru menunjukkan tren yang sebaliknya. Pekan ini, aksi beli yang dilakukan oleh investor asing tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan aksi jual mereka. Investor asing membukukan nilai transaksi beli sebesar Rp20,13 triliun, sedangkan nilai transaksi jual asing berada di angka Rp17,89 triliun. Dengan selisih tersebut, maka selama sepekan terakhir ini telah terjadi aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing senilai Rp2,23 triliun.

Pencapaian aksi beli bersih ini berbanding terbalik dengan performa pada pekan sebelumnya, di mana investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net sell yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp1,58 triliun. Kembalinya aliran modal asing ke pasar saham dalam negeri ini menjadi katalis positif yang turut mendorong kenaikan IHSG ke zona hijau. Meski demikian, dalam catatan data bursa juga terdapat informasi bahwa investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp695,2 miliar, yang menunjukkan penurunan sebesar 90,21 persen jika dibandingkan dengan periode tertentu sebelumnya, menggambarkan dinamika aliran dana yang bervariasi.

Daftar Saham Top Gainers Pekan Ini

Meskipun kondisi pasar bergerak dinamis, sejumlah saham berhasil mencatatkan kinerja gemilang dengan lonjakan harga yang sangat signifikan. Bursa Efek Indonesia melaporkan bahwa sepanjang pekan ini terdapat 10 saham yang mencatatkan kenaikan harga di atas 27 persen, sehingga menempatkan saham-saham tersebut ke dalam jajaran top gainers. Berikut adalah daftar lengkap sepuluh saham yang paling diuntungkan pekan ini:

  1. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI): Saham ini memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan luar biasa sebesar 76,7 persen, ditutup pada level Rp364 per lembar saham.
  2. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA): Berhasil menguat tajam sebesar 75,48 persen, membawa harga sahamnya bertengger di posisi Rp4.580.
  3. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA): Mengikuti jejak yang sama dengan mencatatkan penguatan sebesar 75,48 persen hingga mencapai harga Rp4.580 per lembar saham.
  4. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR): Saham sektor agribisnis ini melesat sebesar 52,74 persen dan berakhir pada level harga Rp3.070.
  5. PT Oxala Energy International Tbk (PIPA): Mencatatkan kenaikan harga sebesar 44,35 persen, ditutup pada level Rp179 per lembar saham.
  6. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET): Mengalami apresiasi harga sebesar 41,03 persen, membawa saham ini ke level Rp330.
  7. PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI): Saham ini berhasil naik sebesar 32,54 persen, ditutup pada harga Rp167 per lembar saham.
  8. PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI): Mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 29,19 persen, berakhir di posisi Rp540.
  9. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Saham emiten tambang emas ini menguat sebesar 29,03 persen hingga mencapai level Rp640.
  10. PT Personel Alih Daya Tbk (PADA): Menutup daftar sepuluh besar dengan kenaikan sebesar 27,78 persen, bertengger di harga Rp230 per lembar saham.

Daftar Saham Top Losers Pekan Ini

Di sisi lain, tidak semua saham mampu memanfaatkan momentum penguatan indeks bursa. Di tengah pergerakan IHSG yang fluktuatif, terdapat beberapa saham yang justru mengalami tekanan jual yang sangat berat hingga mengalami penurunan nilai yang cukup dalam. Bursa Efek Indonesia mencatat ada 10 saham yang mengalami pelemahan paling tajam, bahkan penurunannya melebihi angka 9 persen selama sepekan terakhir. Berikut adalah daftar emiten yang masuk ke dalam kategori top losers:

  1. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): Menjadi saham dengan koreksi paling dalam pekan ini, melemah sebesar 35,56 persen hingga merosot ke level Rp2.320 per lembar saham.
  2. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK): Mengalami penurunan harga sebesar 23,08 persen, membawa saham ini parkir di level Rp300.
  3. PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL): Saham ini melemah sebesar 18,29 persen, ditutup pada level harga Rp286 per lembar saham.
  4. PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO): Mencatatkan penurunan nilai saham sebesar 15,38 persen, berakhir pada posisi harga Rp165.
  5. PT Citra Tubindo Tbk (CTBN): Mengalami koreksi harga sebesar 13,25 persen, membawa harga sahamnya turun ke level Rp3.470.
  6. PT Bank Jago Tbk (ARTO): Saham bank digital ini turut mengalami tekanan dengan pelemahan sebesar 10,55 persen, ditutup pada harga Rp1.060 per lembar saham.
  7. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE): Saham ini turun sebesar 10,34 persen, berakhir pada level harga Rp520.
  8. PT MD Entertainment Tbk (FILM): Emiten industri hiburan ini mencatatkan penurunan sebesar 10 persen, parkir di level harga Rp810 per lembar saham.
  9. PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR): Mengalami pelemahan sebesar 9,91 persen, membawa harga sahamnya berada di posisi Rp418.
  10. PT Link Net Tbk (LINK): Menutup daftar top losers dengan penurunan sebesar 9,37 persen, berakhir pada level harga Rp1.500 per lembar saham.

Advertisements

Also Read

Tags