Hingga 31 Juli 2026, ESDM sebut lifting minyak hanya 578 ribu barel per hari

Hikma Lia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah lifting minyak (minyak terangkut) Indonesia mencapai 578 ribu barel per hari (bph). Angka tersebut baru mencapai 94,75% dari target yang ditetapkan APBN sebanyak 610 ribu bph tahun ini.

Advertisements

“Memang sampai hari ini masih kami upayakan untuk bisa mencapai target produksi di 2026,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Laode menyebut ada beberapa hal yang menyebabkan lifting minyak Indonesia saat ini belum mencapai target. Pertama, terjadi kebocoran pipa TGI di Sumatra pada awal tahun ini. Kebocoran tersebut menyebabkan terganggunya produksi Blok Rokan karena pasokan gas yang terhambat.

Advertisements

Blok Rokan yang dikelola Pertamina merupakan salah satu wilayah kerja migas yang menyumbang produksi terbanyak secara nasional.

Kedua, tak hanya kebocoran, Laode mengatakan di sana juga terjadi kendala sistem kelistrikan yang masih terjadi hingga saat ini.

Ketiga, menurunnya produksi Blok Cepu yang juga merupakan penyumbang produksi minyak terbesar.

“Tahun ini Blok Cepu memiliki kondisi penurunan produksi alami yang agak ekstrem. Kami sudah melakukan serangkaian diskusi dan berupaya agar penurunan ini bisa direduksi sehingga (produksinya) bisa bertahan,” ujarnya.

Meski masih jauh dari target, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan pihaknya masih berharap produksi migas bisa mencapai target.

Dia memperkirakan jumlah produksi bisa naik mendekati target 610 ribu bph bulan depan.

“Perkiraan kami (bulan depan) 607 ribu bph, nanti Oktober (proyeksinya) 610 ribu bph, dan di November atau Desember 2026 (angka) lifting sudah mencapai 617-618 ribu bph,” kata Djoko dalam kesempatan yang sama.

Target Lifting Minyak 2027

Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan lifting minyak bumi Indonesia mencapai 610 ribu bph pada 2027. Hal ini diungkapkan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8). 

Target lifting ini naik 5.000 bph dibandingkan tahun ini yang mencapai 605 ribu bph. Prabowo juga menetapkan target lifting gas untuk tahun depan. 

“Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” kata Prabowo.

Presiden juga mengatakan proyeksi harga minyak mentah Indonesia mencapai US$ 75 per barel pada 2027. “Inflasi akan dijaga pada 2,5%. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%. Nilai tukar berada pada kisaran 17.500 rupiah per satu dolar Amerika Serikat,” ujarnya. 

Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di APBN tahun 2026, yaitu 689,1 triliun Rupiah, dengan defisit 2,68 persen Produk Domestik Bruto. Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Advertisements

Also Read

Tags