KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan Sukuk Ritel seri SR025 diproyeksikan mencapai Rp 18 triliun hingga Rp 21 triliun sampai akhir masa penawaran. Proyeksi tersebut masih menempatkan target pemerintah sebesar Rp 20 triliun dalam rentang yang realistis.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, pencapaian target tersebut masih terbuka, tetapi membutuhkan percepatan penjualan dalam tiga pekan tersisa.
“Perkiraan dasar saya adalah penjualan akhir sekitar Rp 18–21 triliun. Dengan demikian, target Rp 20 triliun masih realistis, tetapi belum dapat dianggap pasti,” kata Josua kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (27/8/2026), penjualan SR025 pada pekan pertama mencapai sekitar Rp 3,26 triliun. Dengan demikian, masih diperlukan sekitar Rp 16,74 triliun untuk memenuhi target awal Rp 20 triliun.
Penjualan SR025 Capai Rp3,26 Triliun, Respons Investor Cukup Positif
Josua mengatakan, kebutuhan tersebut membuat rata-rata penjualan harian pada sisa masa penawaran harus hampir dua kali lipat dibandingkan kecepatan rata-rata pada pekan pertama.
Menurut dia, percepatan tersebut masih memungkinkan mengingat pola penjualan SBN ritel cenderung tidak merata sepanjang masa penawaran.
“Hal tersebut bukan mustahil karena pola SBN ritel memang sering menguat mendekati akhir periode, sementara kupon SR025 merupakan salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Selain pola penjualan, kondisi pasar obligasi juga dinilai relatif mendukung. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, sementara rupiah kembali berada di bawah Rp 18.000.
Penawaran Sudah Berjalan Sepekan, SR025 Tenor 3 Tahun Lebih Diminati Investor
Josua juga memperkirakan BI-Rate tetap berada di level 5,75% hingga akhir 2026 selama risiko global tidak kembali memburuk secara tajam.
Menurut Josua, perkembangan penjualan hingga awal September akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat peluang pencapaian target Rp 20 triliun.
Jika hingga awal September penyerapan belum menembus sekitar separuh kuota, peluang pencapaian target tersebut akan mulai menurun. Sebaliknya, lonjakan penjualan pada akhir Agustus hingga awal September dapat membuka peluang pencapaian target.
Bahkan, pemerintah masih memiliki peluang melakukan penambahan kuota apabila permintaan SR025 melampaui alokasi awal.
Minat Investor pada Instrumen SR025 Cenderung Stabil, Ini yang Jadi Daya Tarik




