Laba Bersih ANTM Melesat 34% Jadi Rp 6,91 Triliun di Semester I-2026

Hikma Lia

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan taji finansialnya pada paruh pertama tahun 2026. BUMN tambang terkemuka ini sukses mencetak laba periode berjalan yang sangat signifikan, mencapai Rp 6,91 triliun pada semester I-2026. Angka fantastis ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 34% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan perolehan pada semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp 5,14 triliun. Keberhasilan ini diraih di tengah berbagai tantangan dan dinamika industri pertambangan global serta fluktuasi pasar komoditas yang tidak menentu.

Advertisements

Di tengah situasi pasar yang dinamis tersebut, ANTM secara konsisten memperkuat kualitas fundamental keuangannya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perbaikan proses cash generation (pembentukan kas), penerapan disiplin yang ketat dalam pengelolaan modal kerja, serta menjaga posisi likuiditas agar tetap berada dalam kondisi yang aman dan sehat. Dengan fundamental yang kokoh, perusahaan tidak hanya mampu bertahan tetapi juga memacu pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.

Sejalan dengan lonjakan laba periode berjalan, emiten pertambangan pelat merah ini juga membukukan pertumbuhan pada Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Pada semester I-2026, EBITDA ANTM tercatat mencapai Rp 9,62 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 35% yoy dibandingkan dengan capaian EBITDA pada semester I-2025 yang bernilai Rp 7,11 triliun. Pertumbuhan EBITDA yang melampaui pertumbuhan laba bersih ini mengindikasikan efisiensi operasional yang semakin membaik di seluruh lini bisnis perusahaan.

Advertisements

Harga Emas Antam Longsor Rp 48.000, Sabtu (29/8), Cek Harga Selengkapnya

Direktur Utama Aneka Tambang, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini tidak lepas dari dukungan penguatan kinerja operasional di lapangan. Selain itu, manajemen secara konsisten menerapkan disiplin tinggi dalam mengelola modal kerja, menjaga kestabilan arus kas, serta mengendalikan tingkat likuiditas secara prudent.

“Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi ANTM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Untung Budiharto dalam keterbukaan informasi pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.

Apabila ditelisik lebih dalam, performa laba kotor ANTM pada semester I-2026 juga menunjukkan tren kenaikan yang sangat positif. Perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar Rp 10,85 triliun, tumbuh 32% yoy jika dibandingkan dengan torehan pada semester I-2025 yang sebesar Rp 8,24 triliun. Kenaikan laba kotor yang signifikan ini berimbas langsung pada laba usaha perusahaan. Laba usaha ANTM pada semester I-2026 sukses menyentuh angka Rp 8,44 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 38% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,14 triliun.

Kinerja profitabilitas ANTM sepanjang semester I-2026 ini juga mendapatkan sokongan dari pos penghasilan lain-lain yang mengalami lonjakan sebesar 41% yoy. Nilai penghasilan lain-lain tersebut meningkat menjadi Rp 559,37 miliar, dari sebelumnya Rp 395,42 miliar pada semester I-2025. Kenaikan pada pos ini utamanya didorong oleh keuntungan dari selisih kurs mata uang asing serta bagian keuntungan yang diperoleh dari entitas asosiasi perusahaan.

Dengan seluruh capaian positif tersebut, nilai laba bersih per saham dasar (Earnings Per Share/EPS) ANTM pada semester I-2026 terkerek naik menjadi Rp 265,85 per saham dasar. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 36% yoy dibandingkan dengan laba bersih per saham dasar pada semester I-2025 yang berada di level Rp 195,43 per saham dasar.

Wadirut GOTO Catherine Hindra Sutjahyo Mundur, Ada Apa?

Dalam upaya memperkuat kualitas kinerja keuangan secara menyeluruh, ANTM terus mengintensifkan disiplin pengelolaan keuangan. Manajemen berfokus pada beberapa aspek krusial, seperti mempercepat siklus konversi kas (cash conversion), mengoptimalkan pengelolaan modal kerja serta persediaan barang, dan mengelola likuiditas secara sangat hati-hati (prudent). Perkembangan positif terlihat nyata pada perbaikan arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi jika dibandingkan dengan posisi pada kuartal I-2026. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan cash generation ANTM berada dalam jalur perkembangan yang sangat sehat.

Beralih ke laporan posisi keuangan, ANTM berhasil membukukan kenaikan total aset yang cukup signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Total aset perusahaan melonjak sebesar 27% yoy hingga mencapai Rp 61,27 triliun, dibandingkan dengan posisi pada semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp 48,38 triliun. Kenaikan aset ini juga diikuti oleh pertumbuhan ekuitas perusahaan. Nilai ekuitas ANTM pada semester I-2026 naik sebesar 14% yoy menjadi Rp 38,53 triliun, dari sebelumnya Rp 33,71 triliun pada paruh pertama tahun 2025.

Di samping itu, ANTM juga sukses menjaga likuiditasnya tetap tebal. Perusahaan mengantongi kas dan setara kas sebesar Rp 9,23 triliun pada akhir semester I-2026. Posisi kas yang sangat kuat ini memberikan fleksibilitas finansial yang tinggi bagi ANTM. Dengan likuiditas yang melimpah, perusahaan memiliki keleluasaan penuh untuk mendanai kebutuhan operasional sehari-hari, menjaga stabilitas likuiditas, serta menyokong kelanjutan pelaksanaan berbagai proyek strategis jangka panjang yang tengah digarap perusahaan.

Untuk menopang kinerja keuangan yang solid tersebut, ANTM terus berkomitmen mengimplementasikan prinsip beyond operational excellence serta melakukan optimalisasi kapasitas produksi di seluruh wilayah kerja operasionalnya. Langkah ini krusial untuk mewujudkan bisnis pertambangan yang berkelanjutan dari hulu hingga ke hilir. Terbukti, sepanjang semester I-2026, volume produksi dan tingkat penjualan ANTM tetap terjaga dengan sangat baik di tengah fluktuasi harga komoditas global dan dinamika industri tambang.

ANTM berhasil membukukan total penjualan bersih sebesar Rp 62,71 triliun pada semester I-2026. Angka penjualan ini tumbuh sebesar 6% yoy jika dibandingkan dengan realisasi penjualan bersih pada semester I-2025 yang sebesar Rp 59,02 triliun. Menariknya, pasar domestik menjadi tulang punggung utama penjualan ANTM dengan kontribusi mencapai Rp 60,15 triliun, atau setara dengan 96% dari total penjualan bersih perusahaan selama periode tersebut.

Pertumbuhan penjualan domestik yang sangat dominan ini merupakan buah dari keberhasilan implementasi strategi pemasaran ANTM yang fokus pada penguatan basis pelanggan di dalam negeri. Strategi ini diterapkan secara intensif pada produk-produk andalan perusahaan, mulai dari emas, bijih nikel, hingga bijih bauksit.

“Capaian kinerja operasional ANTM pada semester I-2026 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” tambah Untung Budiharto.

Emas Jadi Penyumbang Terbesar

Komoditas emas masih kokoh berdiri sebagai kontributor pendapatan terbesar bagi PT Aneka Tambang Tbk. Produk logam mulia ini menyumbang porsi hingga 80% terhadap total penjualan bersih ANTM pada semester I-2026. Secara nilai, penjualan emas tumbuh sebesar 1% yoy menjadi Rp 50,39 triliun, meningkat dari realisasi semester I-2025 yang sebesar Rp 49,68 triliun. Melalui penguatan strategi pemasaran di pasar domestik, ANTM berhasil mencatatkan volume penjualan emas mencapai 18.080 kg atau setara dengan 581.286 troy oz pada semester I-2026. Sementara itu, dari sisi produksi, volume emas yang dihasilkan langsung dari tambang milik ANTM tercatat sebesar 433 kg atau sekitar 13.921 troy oz sepanjang paruh pertama tahun ini.

Untuk mengantisipasi fluktuasi harga emas dunia, ANTM menerapkan pengelolaan persediaan emas secara sangat disiplin. Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kebutuhan riil pasar, strategi pengadaan bahan baku, kebijakan penetapan harga (pricing), hingga efisiensi dalam penggunaan modal kerja. Pendekatan terintegrasi ini dirancang khusus untuk memastikan keseimbangan yang optimal antara ketersediaan produk di pasar, tingkat perputaran persediaan (inventory turnover), dan likuiditas keuangan perusahaan tetap terjaga dengan baik.

Wall Street Ditutup Melemah Setelah Bos The Fed Menegaskan Akan Fokus ke Inflasi

Selain berfokus pada efisiensi internal, ANTM juga terus berinovasi menghadirkan produk Logam Mulia yang memiliki kualitas tinggi, terpercaya, serta semakin mudah diakses oleh masyarakat luas. Hal ini dicapai melalui perluasan jaringan kerja sama dengan berbagai mitra strategis di dalam negeri. Kolaborasi erat ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar ANTM, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ekosistem industri emas nasional serta meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan sumber bahan baku emas yang berasal dari domestik.

Beralih ke komoditas lainnya, segmen nikel yang mencakup produk feronikel dan bijih nikel memberikan kontribusi terbesar kedua bagi kinerja ANTM. Segmen ini menyumbang sekitar 17% atau senilai Rp 10,41 triliun terhadap total penjualan bersih perusahaan pada semester I-2026. Capaian penjualan segmen nikel ini melonjak signifikan sebesar 32% yoy jika dibandingkan dengan perolehan pada semester I-2025 yang sebesar Rp 7,87 triliun.

Dari sisi hulu, ANTM sukses memproduksi bijih nikel sebanyak 7,78 juta wet metric ton (wmt) sepanjang semester I-2026. Tingginya angka produksi ini ditopang oleh optimalisasi kegiatan penambangan di berbagai konsesi tambang nikel milik perusahaan. Sejalan dengan itu, volume penjualan bijih nikel ANTM juga tercatat sangat kuat, mencapai 6,77 juta wmt sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Sementara untuk produk hilir nikel, ANTM mencatatkan volume produksi feronikel sebesar 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada semester I-2026. Kinerja produksi ini berhasil dijaga berkat keberlangsungan operasi pabrik pengolahan yang andal serta jaminan ketersediaan pasokan bahan baku yang memadai. Dari sisi pemasaran, volume penjualan feronikel secara kumulatif pada semester I-2026 tumbuh pesat sebesar 32% yoy menjadi 7.605 TNi, dibandingkan dengan penjualan pada semester I-2025 yang sebesar 5.763 TNi. Pertumbuhan volume penjualan feronikel yang signifikan ini menunjukkan efektivitas strategi pemasaran perusahaan serta kemampuan dalam memenuhi permintaan dari para pelanggan global maupun domestik secara tepat waktu.

Selanjutnya, segmen bauksit dan alumina turut memberikan andil positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian ANTM. Segmen ini berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan bersih perusahaan dengan nilai mencapai Rp 1,88 triliun pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 28% yoy dibandingkan dengan capaian pada semester I-2025 yang sebesar Rp 1,46 triliun.

Untuk komoditas bauksit, volume produksi ANTM pada semester I-2026 tercatat sebesar 1,28 juta wmt. Realisasi produksi ini berjalan seiring dengan langkah optimalisasi kapasitas pabrik, peningkatan produktivitas area tambang, serta kuatnya permintaan dari pasar domestik. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, volume penjualan bauksit ANTM tumbuh sebesar 24% yoy menjadi 1,26 juta wmt, meningkat dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,01 juta wmt.

Di sisi lain, kinerja operasional pada komoditas alumina juga menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Sejalan dengan langkah optimalisasi operasional pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) yang dikelola perusahaan, volume produksi alumina ANTM pada semester I-2026 sukses mencapai 100.257 ton alumina. Jumlah ini meningkat sebesar 12% yoy dibandingkan dengan produksi alumina pada semester I-2025 yang sebesar 89.385 ton alumina. Kenaikan produksi ini diimbangi oleh performa penjualan yang apik, di mana penjualan alumina ANTM tercatat sebesar 100.437 ton alumina pada semester I-2026, meningkat 10% yoy dibandingkan dengan penjualan alumina pada semester I-2025 yang sebesar 91.109 ton alumina.

Mengulik Strategi Investasi Miming Satyono, Founder Samuel Tumbuh Bersama

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aneka Tambang, Arini Kasmira, menjelaskan bahwa di tengah profitabilitas perusahaan yang tetap solid secara tahunan, fokus utama manajemen ANTM saat ini adalah memastikan bahwa perolehan laba tersebut dapat dikonversikan secara optimal menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ANTM berkomitmen untuk terus memperketat disiplin dalam pengelolaan modal kerja, memantau perputaran persediaan barang secara ketat, mengoptimalkan proses cash conversion, serta menerapkan alokasi modal (capital allocation) secara sangat hati-hati dan terukur.

“Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh serta fleksibilitas keuangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, mendukung agenda pertumbuhan, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” tutur Arini Kasmira.

Advertisements

Also Read

Tags