PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersiap mengoperasikan secara penuh Amonia Pabrik-2 usai menyelesaikan rangkaian pengujian kinerja fasilitas produksi.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, penyelesaian pengujian kinerja menjadi tahapan sebelum Amonia Pabrik-2 beroperasi penuh dalam waktu dekat.
“Hasil pengujian kinerja selama 168 jam menunjukkan bahwa seluruh parameter operasional berhasil dipenuhi secara optimal,” ujar Rafli dalam keterangannya, dikutip Senin (31/8).
Selama pengujian, Amonia Pabrik-2 mampu menghasilkan rata-rata 1.841 ton amonia per hari. Angka tersebut meningkat 4,18% dibandingkan kapasitas sebelumnya yang mencapai 1.767 ton per hari.
Peningkatan kapasitas itu diharapkan menambah ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea di Pupuk Kaltim.
Selain meningkatkan kapasitas, proses revitalisasi juga menurunkan konsumsi energi. Berdasarkan hasil uji kinerja, konsumsi energi turun dari 39,28 MMBTU menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia.
Dengan penurunan sebesar 4,03 MMBTU per ton amonia, Pupuk Kaltim memperkirakan efisiensi biaya produksi dapat mencapai US$14,3 juta per tahun atau sekitar Rp228 miliar. Efisiensi energi tersebut juga diperkirakan menurunkan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
Revitalisasi Amonia Pabrik-2 mencakup pembaruan sejumlah teknologi, antara lain shift converter, ammonia converter, dan sistem CO2 removal. Pabrik juga dilengkapi integrasi otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS).
Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan proses produksi secara real time dan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasi sekaligus mengurangi potensi gangguan.
Proyek revitalisasi Amonia Pabrik-2 diresmikan pada Januari 2026. Proyek ini menjadi bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.
Setelah peresmian, fasilitas tersebut menjalani tahapan persiapan, pengujian, dan penyesuaian operasi hingga mencapai target kinerja pada Agustus 2026.
Pupuk Kaltim menyebut proyek ini menjadi proyek pertama yang diselesaikan dari tujuh komitmen revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang dijalankan Pupuk Indonesia Group dalam lima tahun ke depan.
Ke depan, Pupuk Kaltim juga akan menjalankan sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan pabrik soda ash di Bontang dan pengembangan kawasan industri pupuk baru.




