BANYU POS Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tajam pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed.
Tiga indeks utama Wall Street masing-masing menguat lebih dari 1%. Indeks Nasdaq mendapat dorongan dari saham-saham berkapitalisasi besar yang terkait dengan sektor kecerdasan buatan (AI).
Buyback Dimulai Hari Ini (4/9), Harga Saham Terus Melonjak 19% Lebih
Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 624,16 poin atau 1,18% menjadi 53.686,11. S&P 500 menguat 81,11 poin atau 1,06% ke level 7.747,71. Sementara Nasdaq Composite naik 366,23 poin atau 1,40% menjadi 26.584,06.
Ketiga indeks tersebut juga berada di jalur untuk membukukan kenaikan secara mingguan.
Sentimen pasar membaik setelah Waller mengatakan, kepada Reuters bahwa dirinya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan The Fed apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Namun, Waller juga menegaskan bahwa dirinya akan mendukung kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Komentar tersebut membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 50,4%, dari 63,2% pada Rabu (2/9).
Imbal hasil (yield) US Treasury juga turun untuk sesi kedua berturut-turut setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak November 2023.
Cek Rekomendasi Teknikal Saham ICBP, CDIA, dan ADRO untuk Perdagangan Jumat (4/9)
Ekspektasi kenaikan suku bunga sempat meningkat dalam beberapa sesi terakhir seiring lonjakan yield obligasi pemerintah bertenor panjang.
Pergerakan tersebut dipicu aksi jual obligasi global di tengah kekhawatiran terhadap inflasi, peningkatan utang pemerintah, serta ketidakpastian geopolitik.
“Komentar dari Gubernur The Fed Waller memberikan dorongan luas bagi pasar secara keseluruhan,” ujar Bill Northey, Senior Investment Director di U.S. Bank Wealth Management.
Menurut Northey, di balik penguatan indeks secara luas, investor juga masih mencermati kinerja perusahaan yang baru menyampaikan laporan keuangan kuartal kedua.
Pergerakan saham di sejumlah sektor pun menunjukkan perbedaan, terutama saham semikonduktor setelah adanya laporan kinerja perusahaan teknologi serta saham sektor perangkat lunak.
Akan Bagi Dividen dengan Yield Tinggi, Harga Saham Ini Melesat, Cek Jadwal Pembayaran
Data Ekonomi Jadi Perhatian
Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Kamis memberikan sinyal beragam. Klaim pengangguran berada pada level rendah, sementara aktivitas sektor jasa mengalami percepatan.
Namun, harga input sektor jasa tercatat mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022. Di sisi lain, defisit perdagangan internasional AS melebar 24,4%.
Investor kini mengalihkan perhatian ke laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (4/9).
Ekonom memperkirakan ekonomi AS hanya menambah sekitar 56.000 lapangan pekerjaan pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di level 4,1%.
Data ketenagakerjaan tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed dalam pertemuan September.
Waspadai Profit Taking, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (4/9)
Saham AI dan Teknologi Menguat
Di antara saham teknologi, Nvidia naik 1,8%. Penguatan terjadi setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana mengakuisisi platform pengembang Hugging Face senilai US$ 12,9 miliar.
Akuisisi tersebut memperkuat persaingan Nvidia dengan perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic.
Namun, tidak seluruh saham semikonduktor menguat. Broadcom turun 2,7% setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal IV yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Pergerakan tersebut menunjukkan tingginya ekspektasi investor terhadap perusahaan-perusahaan yang menjadi pusat investasi AI.
Wall Street Melonjak, Pasar Cerna Sinyal The Fed Tahan Suku Bunga
Sementara itu, Snowflake melonjak 16,6% setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat. Kinerja tersebut turut mengangkat sentimen terhadap saham sektor perangkat lunak.
ServiceNow, Salesforce dan Adobe masing-masing menguat antara 2,1% hingga 6,5%.
Saham yang terkait dengan aset kripto juga menguat setelah harga bitcoin rebound dari penurunan selama dua sesi berturut-turut.
Strategy melonjak 17,6%, sedangkan Coinbase Global naik 10,1%. Platform perdagangan saham ritel Robinhood Markets juga melesat 16,6%.
Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor consumer discretionary menjadi penguat terbesar secara persentase. Sementara itu, sektor energi menjadi sektor dengan kinerja paling lemah.




