IHSG turun 6 hari berturut-turut, cek saham net sell terbesar asing, Rabu (16/9)

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Tekanan jual investor asing kembali membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Advertisements

Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), asing mencatatkan net sell sebesar Rp 624,72 miliar di seluruh pasar, seiring IHSG yang melanjutkan koreksi untuk hari keenam berturut-turut.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436,85 pada penutupan perdagangan.

Advertisements

Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari pergerakan mayoritas indeks sektoral. Sektor IDX Infrastruktur menjadi pemberat utama dengan penurunan 1,39%, diikuti IDX Teknologi yang melemah 1,13% dan IDX Barang Konsumer Non-Primer turun 1,12%.

Menakar Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Pergerakan IHSG

Penurunan juga terjadi pada IDX Properti dan Real Estate sebesar 0,78%, IDX Energi 0,62%, IDX Keuangan 0,42%, IDX Barang Baku 0,27%, IDX Kesehatan 0,24%, serta IDX Transportasi dan Logistik 0,14%.

Sementara itu, hanya dua sektor yang mampu menguat, yakni IDX Perindustrian sebesar 0,91% dan IDX Barang Konsumer Primer sebesar 0,11%.

Tekanan eksternal turut menjadi perhatian pasar, terutama kenaikan harga minyak global serta proyeksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk saham domestik.

Di tengah tekanan tersebut, aktivitas perdagangan saham di BEI mencapai volume 24,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,12 triliun. Sebanyak 439 saham menguat, 201 saham melemah, dan 151 saham stagnan.

Dengan koreksi keenam berturut-turut dan aksi jual bersih asing yang masih besar, IHSG kembali berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini.

IHSG Diproyeksi Tertekan Jangka Pendek Jika Suku Bunga The Fed Naik

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 238,36 miliar

2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 101,96 miliar

3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 57,91 miliar

4. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 50,4 miliar

5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 40,52 miliar

6. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 27,63 miliar

7. PT Bnak Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 24,18 miliar

8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 24,14 miliar

9. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 22,62 miliar

10. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 18,2 miliar

  BMRI Chart by TradingView

Advertisements

Also Read

Tags