Wall Street rebound ditopang kenaikan saham teknologi dan harga minyak

Hikma Lia

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Kamis (17/9) ditopang penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) dan harga minyak.  Pergerakan bursa AS tersebut didorong kenaikan sejumlah saham teknologi utama.

Advertisements

Investor juga mencoba memulihkan kerugian pada perdagangan sebelumnya setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Dow Jones Industrial Average naik 316,14 poin atau 0,61% ke level 51.778,04. S&P 500 bertambah 1,14% menjadi 7.637,76, sedangkan Nasdaq Composite naik 1,69% ke level 26.418,30.

Advertisements

CEO The Wealth Alliance Robert Conzo menilai penguatan pasar pada Kamis mencerminkan kelegaan investor setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk merespons tekanan inflasi.

“Reaksi pasar dapat dirangkum dalam satu kata: lega. Saya pikir ada rasa lega bahwa The Fed sedang menangani masalah inflasi yang sulit turun,” kata Conzo dikutip dari CNBC, Jumat (18/9).

Namun Conzo menilai, pasar masih menghadapi potensi volatilitas yang ekstrem, terutama bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah.

Menurut dia, kenaikan harga minyak yang berkepanjangan dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong peritel meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen melalui harga barang.

“Jika harga minyak tetap tinggi, inflasi harga akan diteruskan kepada peritel dan tertanam dalam harga yang mereka bebankan kepada konsumen,” katanya.

Dia mengatakan harga minyak yang bertahan di level tinggi dapat membuat persoalan inflasi semakin besar sehingga semakin sulit untuk ditekan.

Sektor teknologi menjadi salah satu pendorong utama penguatan Wall Street. Saham kelompok Magnificent Seven, Nvidia dan Amazon, masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Microsoft menguat 1,5%.

Saham lain yang berkaitan dengan sektor kecerdasan buatan (AI), seperti Qualcomm dan Intel juga naik masing-masing 2% dan 7%.

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun kembali berada di bawah level 5%. Imbal hasil tersebut turun lebih dari 7 basis poin menjadi 4,93%, setelah sehari sebelumnya kembali menembus level 5% menyusul keputusan suku bunga The Fed.

Penurunan harga minyak juga memberikan sentimen positif bagi pasar saham. Harga minyak mentah AS ditutup turun 0,51% menjadi US$ 101,91 per barel, sedangkan minyak Brent turun 0,95% menjadi US$ 104,82 per barel.

Harga minyak turun seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Arab Saudi dilaporkan memutuskan menyediakan lebih banyak kargo minyak mentah bagi perusahaan pengilangan di Asia melalui transfer antarkapal di sekitar Pelabuhan Sohar, Oman.

Kenaikan Wall Street pada Kamis menjadi rebound setelah pasar terkoreksi pada Rabu menyusul keputusan The Fed menaikkan suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin.

Advertisements

Also Read

Tags