Prediksi USD/JPY sepekan ke depan, berpeluang naik ke 158.427

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Pasangan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap yen Jepang (USD/JPY) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan sepekan ke depan. Secara teknikal, pasangan mata uang ini menunjukkan sinyal bullish pada timeframe mingguan, dengan target resistance di level 158.427.

Advertisements

Diketahui pairing valas USD/JPY pada Minggu pukul 15.50 WIB bertengger di level 156.8 atau menguat 0,58% secara harian dan menguat 2,12% sepekan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat peluang penguatan tersebut didukung oleh terbentuknya pola Bullish Engulfing dan penolakan harga (rejection) pada zona support 154.005-154.990. Meski demikian, pergerakan USD/JPY masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BOJ).

Advertisements

Menurut Geraldo, zona support 154.005-154.990 menjadi area penting dalam struktur pergerakan USD/JPY dalam jangka pendek.

Yen Jepang Jadi Valas Utama Paling Prospektif hingga Akhir Tahun

“Rejection yang muncul di area tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual belum mampu membawa harga menembus support secara berkelanjutan. Ditambah dengan terbentuknya Bullish Engulfing pada timeframe Weekly, kondisi ini memberikan indikasi bahwa buyer mulai mendapatkan momentum,” jelas Geraldo dalam risetnya, Minggu (20/9/2026).

Apabila momentum bullish berlanjut, USD/JPY berpotensi bergerak menuju resistance 158.427 sepekan ke depan. Namun, sebelum mencapai level tersebut, pasangan mata uang ini diperkirakan dapat mengalami koreksi atau membentuk secondary trend terlebih dahulu.

Dari sisi fundamental, pergerakan USD/JPY masih dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan Jepang. Kebijakan suku bunga The Fed berpotensi menopang dolar AS, sedangkan langkah pengetatan kebijakan BOJ dapat memberikan dukungan terhadap yen.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% dan masih membuka peluang kenaikan lanjutan. Reuters melaporkan, 16 dari 18 pejabat The Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir 2026.

Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi berpotensi menjaga daya tarik dolar AS. Terlebih, selisih suku bunga antara AS dan Jepang masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasangan mata uang tersebut.

Di sisi lain, pasar juga mencermati arah kebijakan BOJ. Pasar memperkirakan bank sentral Jepang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, yang akan membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi dalam 31 tahun.

Momentum Penguatan Dolar AS Mereda, Yen Jepang Berpeluang Menguat Lebih Besar

Fokus investor selanjutnya tertuju pada komunikasi Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Jika BOJ memberikan sinyal pengetatan yang lebih agresif, yen berpotensi menguat sehingga membatasi kenaikan USD/JPY.

Sebaliknya, apabila BOJ memberikan sinyal kebijakan yang lebih berhati-hati, perbedaan arah kebijakan moneter kedua bank sentral dapat kembali menopang dolar AS terhadap yen. Selain kebijakan suku bunga, perkembangan inflasi Jepang juga menjadi perhatian pasar.

“Pelemahan inflasi dapat mengurangi tekanan terhadap bank sentral Jepang untuk mempercepat pengetatan kebijakan. Namun, pasar tetap menaruh perhatian terhadap risiko inflasi yang berasal dari pelemahan yen dan kenaikan biaya impor,” lanjutnya.

Dengan demikian, arah USD/JPY pada pekan depan akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Sinyal bullish pada timeframe mingguan membuka peluang penguatan, sementara perkembangan kebijakan The Fed dan BOJ berpotensi memicu volatilitas.

Dolar AS Terancam Berbalik, Yen Jepang Bisa Jadi Pilihan Valas dengan Valuasi Menarik

Advertisements

Also Read

Tags