EPAC siapkan rights issue dan buyback saham, cek profil emiten dan kinerja terbaru

Hikma Lia

BANYU POS  Simak profil EPAC yang bersiap rights issue dan buyback saham. daftar PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menyiapkan dua aksi korporasi yang akan menjadi perhatian investor pada akhir 2026.

Advertisements

Melansir laman BEI, emiten produsen kemasan fleksibel tersebut berencana melakukan rights issue maksimal 2 miliar saham baru sekaligus menyiapkan pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp20 miliar.

Kedua aksi korporasi tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 3 November 2026. Untuk rights issue, harga pelaksanaan, rasio HMETD, dan nilai dana yang akan dihimpun belum ditetapkan dan akan disampaikan melalui prospektus.

Advertisements

Saham tersebut berada di level Rp37 per saham, turun 13,95% atau Rp6 pada perdagangan sesi 1 hari ini Selasa (29/9).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai lini bisnis hingga kinerja saham EPAC.

PTRO Miliki 19,88% Saham, Cek Profil Emiten SINI, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbarunya

Profil Saham EPAC

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor plastik dan kemasan, khususnya kemasan fleksibel.

EPAC didirikan pada 2013 dan pada awalnya menjalankan bisnis dengan satu lini mesin cetak roto-gravure. Seiring perkembangan usaha, perseroan memperluas kemampuan produksi dan melayani pelanggan dari segmen usaha kecil hingga perusahaan yang lebih besar.

EPAC tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1 Juli 2020 dengan kode saham EPAC. Berdasarkan data KSEI per 25 September 2026, jumlah saham tercatat mencapai 3,303 miliar saham.

Perseroan juga mengembangkan kolaborasi dengan ePac US melalui ePac Flexibles Asia Pte. Ltd. dan PT Epac Flexibles Indonesia untuk memperluas bisnis kemasan fleksibel berbasis teknologi digital di kawasan Asia Pasifik.

Segera Right Issue dan Inbreng Saham, Cek Profil Emiten LAPD dan Kinerja Terkini

Lini Bisnis EPAC

Bisnis utama EPAC adalah menyediakan solusi flexible packaging atau kemasan fleksibel. Perseroan menawarkan berbagai layanan dan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Beberapa produk dan layanan EPAC antara lain:

  • Film
  • Roto-gravure printing
  • Digital printing
  • Laminasi
  • Pembuatan pouch
  • Roll stock
  • Lay-flat pouch
  • Standing pouch

Perseroan menggunakan berbagai material film, termasuk PET, metallized PET, PE, dan BOPP, serta menawarkan film dengan karakteristik high barrier, matte, soft touch, glossy, laminate, hingga recyclable film.

EPAC juga memproduksi pouch secara internal dengan sejumlah pilihan, seperti child-resistant packaging, bottom dan side gusset, tear notch, hang hole, serta press-to-close zipper.

DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Dua Aksi Korporasi EPAC

1. Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham

EPAC berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I.

Jumlah tersebut merupakan batas maksimal saham baru yang dapat diterbitkan. Hingga pengumuman 28 September 2026, perseroan belum menetapkan harga pelaksanaan, rasio HMETD maupun perkiraan dana yang akan diperoleh. Rincian tersebut akan disampaikan dalam prospektus.

Dana bersih dari rights issue direncanakan untuk beberapa kebutuhan, yaitu:

  • Belanja modal atau capex untuk pengembangan usaha.
  • Pembayaran atau pengurangan sebagian utang, khususnya utang bank.
  • Modal kerja, termasuk pengadaan bahan baku, proses produksi, pemenuhan pesanan pelanggan, hingga distribusi.
  • Pelaksanaan rights issue masih membutuhkan persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif dari OJK.

2. Buyback Saham Maksimal Rp20 Miliar

Selain rights issue, EPAC meminta persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat RUPSLB.

Dana yang disiapkan untuk buyback maksimal Rp20 miliar, termasuk biaya transaksi. Pelaksanaannya direncanakan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB.

Dengan demikian, dua aksi korporasi EPAC memiliki tujuan yang berbeda. Rights issue ditujukan untuk menambah permodalan dan mendukung ekspansi, sementara buyback berkaitan dengan pengelolaan struktur permodalan dan saham perseroan.

Dividen Final SMDR Rp12 per Saham: Cek Profil Emiten Logistik dan Kargo Ini

Jadwal RUPSLB EPAC

Mengutip data BEI, perseroan telah mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 3 November 2026. Agenda tersebut antara lain akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana PMHMETD I dan pembelian kembali saham.

Karena itu, rincian final mengenai rights issue dan buyback masih dapat berubah mengikuti keputusan pemegang saham, ketentuan regulator, serta dokumen aksi korporasi yang diterbitkan perseroan.

Manajemen EPAC

Susunan manajemen EPAC berdasarkan laporan interim 2026 terdiri dari:

1. Direksi

Nama Jabatan Bahar Ghazali Direktur Utama Nicky Gunhadi Direktur

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan Alex Budiarjo Komisaris Abraham Bastari Komisaris Utama/Independen

GGRM Akan Tebar Dividen Jumbo: Investor Raup Rp800 per Saham, Cek Profil Emiten Ini

Kinerja Keuangan EPAC Semester I 2026

Merangkum data BEI, EPAC membukukan pendapatan Rp88,8 miliar pada semester I 2026, naik 14,4% dibandingkan Rp77,6 miliar pada periode yang sama 2025.

Laba kotor mencapai Rp12,6 miliar, meningkat 20% secara tahunan. EBITDA tercatat Rp14,3 miliar, naik 12,6% dibandingkan Rp12,7 miliar pada semester I 2025.

Namun, perseroan masih mencatat rugi bersih Rp5,5 miliar, membesar dibandingkan rugi Rp4,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja 6M 2026 6M 2025 Pendapatan Rp88,8 miliar Rp77,6 miliar Laba kotor Rp12,6 miliar Rp10,5 miliar EBITDA Rp14,3 miliar Rp12,7 miliar Laba bersih -Rp5,5 miliar -Rp4,9 miliar Margin laba kotor 14,2% – Margin EBITDA 16,1% –

Per 30 Juni 2026, EPAC memiliki total aset sekitar Rp248 miliar dan total ekuitas sekitar Rp72,5 miliar. Liabilitas perusahaan terdiri antara lain dari utang jangka pendek sekitar Rp28,7 miliar dan utang jangka panjang sekitar Rp73,5 miliar.

Tonton: BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Rumah Sakit Diminta Berbenah

Advertisements

Also Read

Tags