BANYU POS Cek saham ASGR yang segera membagikan dividen interim. PT Astra Graphia Tbk atau Astragraphia merupakan perusahaan teknologi informasi yang menjadi salah satu bagian dari Grup Astra.
Perseroan memiliki sejarah panjang di bisnis solusi dokumen dan teknologi informasi, serta telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ASGR sejak 1989.
Saat ini, Astragraphia mengembangkan bisnis pada tiga ruang lingkup utama, yakni Printing Solutions, Technology, dan Digital Transformation Services.
Selain mempertahankan bisnis solusi dokumen sebagai bisnis inti, ASGR dalam beberapa tahun terakhir memperkuat bisnis teknologi informasi melalui anak usaha PT Astra Graphia Information Technology (AGIT).
Segera Tebar Dividen Interim Rp406 per saham, Cek Profil BSSR dan Kinerja Terkini
ASGR juga mengumumkan adanya pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp297 per saham dengan total nilai mencapai sekitar Rp400,05 miliar.
Pembagian dividen tersebut berdasarkan keputusan Direksi pada 24 September 2026 yang kemudian ditetapkan oleh Dewan Komisaris pada 25 September 2026.
Pembagian dividen interim ini mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan per 30 Juni 2026.
AKRA Segera Bagikan Dividen Interim: Cek Lini Bisnis hingga Kinerja Semester 1 2026
Pada periode tersebut, ASGR mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp138,45 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,72 triliun, serta total ekuitas sebesar Rp1,95 triliun.
Melansir data IPOT, saham ini melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (30/9/2026). ASGR tercatat berada di level Rp2.530 per saham, naik 3,96% atau 310 poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Lalu, seperti apa profil saham ASGR? Intip lini bisnis, manajemen, dan kinerja terbaru dari ASGR.
BNGA Segera Tebar Dividen Rp4,06 Triliun, Cek Profil Emiten Perbankan Ini
Profil Saham ASGR
PT Astra Graphia Tbk didirikan pada 1975 dan awalnya berkembang dari bisnis peralatan perkantoran. Astragraphia kemudian menjadi distributor eksklusif FUJIFILM Business Innovation di Indonesia untuk produk dan layanan solusi dokumen. Saham perseroan dengan kode ASGR tercatat di BEI sejak 15 November 1989.
Dalam struktur kepemilikan, PT Astra International Tbk menjadi pemegang saham mayoritas Astragraphia. Dokumen perseroan mencatat Astra International memiliki sekitar 76,87% saham ASGR, sedangkan masyarakat memiliki sekitar 23,13%.
Astragraphia menjalankan bisnis melalui dua kelompok utama, yaitu solusi dokumen dan solusi teknologi informasi.
CDIA Segera Bagi Dividen Interim, Intip Profil Emiten & Kinerja Terbaru
Lini Bisnis ASGR
1. Solusi Dokumen
Solusi dokumen merupakan bisnis inti Astragraphia yang dijalankan langsung oleh perseroan. ASGR bermitra dengan FUJIFILM Business Innovation Corporation sebagai distributor eksklusif untuk pemasaran serta layanan purnajual di Indonesia.
Bisnis ini tidak hanya mencakup penjualan perangkat cetak. Astragraphia juga menawarkan solusi pengelolaan dokumen untuk membantu perusahaan mengelola proses pencetakan dan dokumen secara lebih terintegrasi.
Layanan tersebut mencakup:
- Multifunction device atau MFD;
- Printer laser;
- Consumables;
- Print Management;
- Workflow Management;
- Intelligent Document Processing;
- Document Management System;
- Managed Print Services;
- Document Outsourcing & Communication Services;
- Business Process Services.
Dengan demikian, lini solusi dokumen ASGR telah berkembang dari bisnis penjualan perangkat menuju layanan pengelolaan dokumen dan digitalisasi proses bisnis.
BNII Segera Tebar Dividen Rp580 Miliar, Cek Profil Emiten Perbankan Ini
2. Solusi Teknologi Informasi
Lini teknologi informasi dijalankan melalui anak usaha PT Astra Graphia Information Technology (AGIT). AGIT menyediakan konsep One Stop Digital Services, yang meliputi Digital Strategy, Digital ICT Foundation, Digital Platform, dan Digital Services.
Cakupannya termasuk infrastruktur generasi baru, enterprise business application, managed operation, cloud, serta berbagai layanan digital.
AGIT juga mengembangkan solusi sendiri di bidang:
- Internet of Things atau IoT;
- Data Integration & Analytics;
- Mobile & Business Application;
- Cloud Services;
- Cybersecurity;
- IT Managed Services;
- Business Application Services;
- Infrastructure Services.
Penguatan bisnis ini menjadi bagian dari strategi ASGR untuk memperluas sumber pendapatan di luar bisnis printing dan solusi dokumen.
Chandra Daya Investasi (CDIA) Tebar Dividen Interim US$10 Juta, Cek Jadwalnya
3. Printing dan Digital Transformation
Selain solusi dokumen dan layanan TI, Astragraphia mengembangkan bisnis pada bidang printing dan transformasi digital.
Perseroan menyediakan solusi untuk kebutuhan pencetakan korporasi maupun industri, sekaligus mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses bisnis pelanggan. Fokus tersebut sejalan dengan posisi Astragraphia sebagai perusahaan teknologi informasi di Grup Astra.
ASGR juga memiliki anak usaha PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) yang menjalankan sejumlah bisnis pendukung, termasuk distribusi dan layanan purnajual printer 3D Creality di Indonesia.
ASGR Masuk Bisnis AI
Astragraphia juga memperluas bisnis TI menuju solusi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Melalui AGIT, ASGR menjalin kerja sama dengan Hewlett Packard Enterprise (HPE) dan Equinix untuk mengembangkan solusi private cloud berbasis AI.
Dalam kerja sama tersebut, HPE menyediakan perangkat dan teknologi AI, sementara Equinix menyediakan infrastruktur data center.
Pada 2026, fokus pengembangan bisnis ASGR juga diarahkan pada penguatan layanan teknologi informasi dan transformasi digital. Perusahaan melihat kebutuhan digitalisasi di berbagai industri sebagai salah satu ruang pertumbuhan bisnis.
Segera Bagikan Dividen Interim, Cek Profil Emiten PSAB hingga Kinerja Terkini
Manajemen ASGR
Berdasarkan informasi manajemen Astragraphia, susunan Direksi terdiri dari empat orang, sedangkan Dewan Komisaris terdiri dari empat orang.
1. Direksi
Nama Jabatan Hendrix Pramana Presiden Direktur Trivena Nalsalita Direktur King Iriawan Sutanto Direktur Widi Triwibowo Direktur
2. Dewan Komisaris
Nama Jabatan Santosa Presiden Komisaris Gunawan Geniusahardja Komisaris Arya Narayana Soemali Komisaris Independen Sidharta Utama Komisaris Independen
Susunan tersebut juga tercantum dalam laporan keberlanjutan Astragraphia 2025.
BMRI Tebar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun, Total Rp 50,63 Triliun Sepanjang 2026
Kinerja ASGR Semester I 2026
Mengutip data BEI, hingga semester I 2026, Astragraphia membukukan pendapatan bersih Rp1,56 triliun, naik dari Rp1,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bruto menjadi Rp342,60 miliar, dibandingkan Rp321,47 miliar pada semester I 2025.
Kinerja Semester I 2026 Semester I 2025 Pendapatan bersih Rp1,56 triliun Rp1,53 triliun Laba bruto Rp342,60 miliar Rp321,47 miliar Laba sebelum pajak Rp173,68 miliar Rp139,69 miliar Laba bersih Rp138,45 miliar Rp106,20 miliar EPS Rp102,65 Rp78,73
Dengan demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sekitar 30,37% secara tahunan menjadi Rp138,45 miliar.
Kenaikan laba tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Hal ini tercermin dari kenaikan laba bruto serta laba sebelum pajak pada periode yang sama.
Tonton: Jahja Setiaatmadja Ungkap Kriteria Investor yang Dicari untuk Jaga Harga Saham BBCA




