KONTAN.CO.ID – JAKARTA PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bersama dua anak usahanya, PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), memperkuat pendanaan internal grup dengan menyalurkan fasilitas pinjaman bernilai jumbo, yakni mencapai Rp 6,45 triliun, kepada PT Pani Industri Nusantara (PIN).
Dalam skema pembiayaan ini, EMAS menyokong porsi terbesar hingga Rp3,05 triliun. Sementara itu, GSM dan PETS masing-masing menyumbang plafon pinjaman maksimal sebesar Rp1,70 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan umum PIN, termasuk belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex).
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie menilai langkah tersebut sebagai taktik cerdas pembiayaan internal yang memberikan ruang gerak lebih fleksibel demi menggenjot percepatan pengembangan Tambang Emas Pani.
Short Selling Resmi Dimulai, IHSG Malah Anjlok 1,02%
“Transaksi ini pada dasarnya pengaturan pendanaan internal di dalam satu grup. GSM, PETS, dan PIN sama-sama berada di bawah kendali EMAS,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mengandalkan pendanaan internal membuat ekspansi Tambang Emas Pani berjalan lebih cepat tanpa perlu bergantung pada prosedur panjang pembiayaan eksternal. Hal ini dinilai relevan mengingat Pani tengah memasuki fase peningkatan kapasitas, termasuk rencana pengembangan fasilitas pengolahan carbon-in-leach (CIL) hingga sekitar 12 juta ton bijih per tahun.
Namun strategi memusatkan dana besar pada satu aset ini bukan tanpa risiko. Jika pelaksanaan proyek terhambat, biaya membengkak, atau pencapaian operasional tidak sesuai target, efek dominonya berpotensi mengganggu kinerja konsolidasi EMAS.
“Jika Pani meleset dari target produksi atau harga emas turun tajam, kemampuan membayar kembali akan tertekan, dan beban itu akhirnya kembali ke EMAS secara konsolidasi,” jelas Adrian.
Guna mengantisipasi dampak risiko tersebut, EMAS disarankan menerapkan skema pencairan dana bertahap sesuai milestone proyek. Disiplin anggaran dan penyediaan dana cadangan di tingkat induk juga wajib dijaga, di samping memastikan suku bunga serta tenor pinjaman tetap proporsional dengan siklus arus kas PIN.
IHSG Ambles 1,02%, Analis Ungkap Sentimen yang Membebani Pasar
Prospek EMAS ke depan dinilai tetap solid seiring bergesernya status Tambang Emas Pani dari fase konstruksi menuju tahap produksi. Tren harga emas dunia yang berada di level tinggi turut menjadi angin segar bagi nilai ekonomis proyek ini.
Meski begitu, para investor diimbau untuk tetap cermat mengawasi risiko eksekusi di lapangan, besarnya kebutuhan capex yang dapat menekan arus kas bebas dalam jangka pendek, serta dinamika volatilitas harga emas pasar.




