BANYU POS – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I parkir di zona merah turun 0,80% atau 49,32 poin ke level 6.097,40 pada perdagangan, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan data IDX Mobile, pukul 12.05 WIB, IHSG turun tipis 0,80% atau 49,32 poin ke 6.097,40. Sepanjang perdagangan intraday, indeks bergerak di level terendah 6.088,89 dan sempat menanjak ke posisi 6.179,09.
Adapun, nilai kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp10.706 triliun. Sejumlah 215 saham menguat, sejumlah 461 saham menurun, dan 287 saham tidak bergerak atau stagnan.
Beberapa saham masuk dalam daftar top gainers, antara lain saham PT Atlas Resources Tbk. (ARII) tancap gas hingga 24,86% ke level Rp452, PT Steady Safe Tbk. (SAFE) juga ikut menancap hingga 24,83% ke level Rp905. Disusul oleh PT Apollo Global Interactive Tbk. (BOGA) yang juga menguat 22,76% ke level Rp1.915.
Di posisi berikutnya, PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE) menguat 20,93% ke level Rp1.820. Kenaikan juga terjadi pada saham PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) yang menguat 20,18% ke level Rp274.
Sementara itu, sejumlah saham yang masuk daftar top losers, yaitu saham Reksa Dan Batavia Sri-Kehati ETF (XBSK) yang menurun 14,87% ke level Rp332. Sementara PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA) juga ikut menurun 13,33% menjadi Rp390.
Di urutan berikutnya terdapat di BEI adalah milik Reksa Dana Batavia IDX30 ETF Index Mutual Fund (XBID) yang menurun 12,80% ke level Rp436. Saham Reksa Dana Syariah Batavia Gold Sharia ETF (XBGS) juga masuk jajaran top losers dengan menurun 11,6% ke level Rp1.105. Melengkapi 5 besar, PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) menurun 10,94% ke level Rp57.
Secara fundamental, pasar saat ini dibayangi oleh kebijakan The Fed yang diprediksi mengetat hingga akhir tahun. Dalam risalah rapat FOMC September 2026, bank sentral AS disebut membuka peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebelum usai 2026.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas mencatat mayoritas pejabat Federal Reserve menilai kenaikan Federal Funds Rate (FFR) tambahan masih tepat dilakukan sebelum akhir 2026 untuk merespons inflasi yang masih berada di atas target. Namun, risalah tersebut belum memberikan sinyal mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
“Dari 18 pejabat The Fed dalam proyeksi September, sebanyak 16 pejabat memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga masih akan terjadi pada tahun ini. Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober dan 9 Desember 2026,” papar tim analis BRIDS, Kamis (8/10/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




