BANYU POS – , JAKARTA — PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam resmi menyelesaikan transaksi pembelian 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Direktur BYAN Jenny Quantero dan Low Yi Ngo mengatakan telah menerima surat pemberitahuan dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low terkait penyelesaian transaksi Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) pada Rabu (7/10/2026).
“Berdasarkan PJBS, Dato’ Low Tuck Kwong telah mengalihkan 10,06 miliar saham biasa perseroan dan Elaine Low telah mengalihkan 16,66 juta saham biasa perseroan kepada Pembeli [PT Jhonlin Baratama],” ujar Jenny dan Low Yi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/10/2026).
: Kasak-kusuk Haji Isam Masuk BYAN, dari Revisi Perjanjian Hingga Low Tuck Kwong Jual Saham
Secara rinci, total saham yang diakuisisi oleh PT Jhonlin Baratama tercatat mencapai 10.084.088.370 (10,08 miliar) saham biasa atau setara dengan 30,25% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Usai transaksi, Low Tuck Kwong kini menggenggam 3,31 miliar saham BYAN atau setara 9,95%, turun dari sebelumnya 13,38 miliar saham atau setara 40,15%. Kepemilikan Elaine Low juga menyusut dari sebelumnya 7,36 miliar saham atau 22,10% kepemilikan menjadi 7,35 miliar saham atau setara dengan 22,05%.
Jenny dan Low Yi menyatakan pengalihan porsi saham tidak mengakibatkan perubahan pengendalian di dalam tubuh emiten tambang batu bara tersebut.
“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” ucap keduanya.
Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, saham BYAN mencatatkan nilai transaksi jumbo di pasar negosiasi mencapai Rp26,10 triliun pada Rabu (7/10).
Transaksi jumbo tersebut melibatkan 10,08 miliar saham BYAN yang ditransaksikan sebanyak 3 kali transaksi negosiasi atau crossing.
Sementara itu, harga pelaksanaan transaksi berada di level Rp2.588 per saham. Mencerminkan diskon sekitar 79,9% dibandingkan dengan harga saham BYAN di pasar reguler yang berada di posisi Rp12.875 per saham. Valuasi transaksi negosiasi ini setara dengan price to book value (PBV) sekitar 1,73 kali.
Bayan Resources Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




