KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp 2,87 triliun hingga 30 Juni 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (11/10/2026), realisasi tersebut setara dengan sekitar 88,3% dari dana bersih hasil rights issue yang mencapai Rp 3,25 triliun. Adapun dana yang belum digunakan sebesar Rp 424,83 miliar atau sekitar 13,1% dari total dana bersih yang dihimpun.
PACK memperoleh pernyataan efektif untuk aksi korporasi tersebut pada 31 Desember 2025. Dari rights issue itu, perusahaan meraih dana bruto sebesar Rp 3,25 triliun. Setelah dikurangi biaya emisi sekitar Rp 6,46 miliar, dana bersih yang diterima mencapai Rp 3,252 triliun.
Rp 84 Triliun Dana Investor Asing Cabut dari Pasar Saham Indonesia, Kemana Perginya?
PACK menyebut dana yang sudah terserap dialokasikan seluruhnya melalui dua entitas anak untuk kebutuhan akuisisi dan investasi.
Sebesar Rp 1,67 triliun disalurkan kepada PT Adhi Prakarsa Raya. Dana tersebut digunakan untuk melunasi pembelian saham Karyatama Konawe Utara.
Sementara itu, Rp 1,15 triliun lainnya dialokasikan kepada PT Sumber Cahaya Raya dalam bentuk setoran modal dan pinjaman. Dana ini digunakan untuk membeli saham Konutara Sejati.
PACK menyatakan kedua penggunaan dana untuk ekspansi tersebut telah terealisasi sepenuhnya sesuai rencana, tanpa penyimpangan alokasi.
Di sisi lain, dana untuk kebutuhan modal kerja sebesar Rp 424,83 miliar belum digunakan hingga akhir Juni 2026. Perusahaan masih memiliki waktu untuk merealisasikan alokasi tersebut hingga 31 Desember 2027.
Direktur PACK Donnie Holman Partogi Manurung menjelaskan, belum digunakannya dana modal kerja tersebut karena perusahaan masih mampu memenuhi kebutuhan operasional menggunakan sumber dana internal.
“Perseroan masih dapat mencukupi kebutuhan modal kerja dengan menggunakan dana internal Perseroan,” ujar Donnie dalam keterbukaan informasi.
Adapun dana rights issue yang belum terserap saat ini ditempatkan pada rekening giro di empat rekening perbankan nonafiliasi. Simpanan tersebut menggunakan suku bunga mengambang atau floating dan tidak memiliki ikatan jangka waktu penempatan.
Rumor Akuisisi Kideco oleh Bumi Resources (BUMI), Nilainya Ditaksir Rp 18 Triliun
Rinciannya, dana sebesar Rp 135,74 miliar ditempatkan di Bank Mandiri dan Rp 59,22 miliar di Bank Central Asia (BCA). Selain itu, PACK menyimpan Rp 182,77 miliar dalam rekening rupiah di Standard Chartered Bank.
Perusahaan juga menempatkan sisa dana dalam valuta asing di Standard Chartered Bank sebesar US$ 2,64 juta.
Dengan demikian, sebagian besar dana hasil rights issue PACK telah dialokasikan untuk mendukung ekspansi melalui entitas anak. Sementara itu, dana yang diperuntukkan bagi modal kerja masih disimpan di perbankan karena kebutuhan operasional perusahaan masih dapat dipenuhi dari dana internal.




