Beli dan Cetak Emas Digital Cepat Lewat Livin’ by Mandiri

Hikma Lia

Bank Mandiri secara proaktif telah meluncurkan layanan emas atau bulion yang terintegrasi penuh dalam super app Livin’ by Mandiri, menandai sebuah inovasi signifikan dalam ekosistem perbankan digital di Indonesia. Peluncuran layanan ini bukan sekadar respons terhadap tren pasar, melainkan sebuah langkah strategis yang didasari oleh perolehan lisensi bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran fitur ini sekaligus menjawab peningkatan minat masyarakat yang substansial terhadap kepemilikan emas sebagai salah satu instrumen investasi yang paling diminati. Integrasi ini memberikan kemudahan akses yang belum pernah ada sebelumnya bagi nasabah untuk mengelola aset emas mereka secara digital.

Advertisements

Perizinan resmi dari OJK merupakan fondasi krusial yang menegaskan legalitas dan kepercayaan publik terhadap layanan emas yang disediakan oleh Bank Mandiri. Lisensi ini menjamin bahwa seluruh operasional terkait transaksi bulion di Livin’ by Mandiri telah memenuhi standar regulasi yang ketat, termasuk aspek perlindungan konsumen, transparansi harga, dan keamanan transaksi. Dengan demikian, nasabah dapat melakukan investasi emas dengan keyakinan penuh bahwa mereka bertransaksi dalam lingkungan yang aman dan terawasi. Hal ini juga menjadi penanda penting bagi Bank Mandiri dalam memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang inovatif dan patuh terhadap regulasi, sekaligus berkontribusi pada pengembangan pasar keuangan yang lebih sehat di Indonesia.

Minat masyarakat terhadap investasi emas memang menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Emas telah lama diakui sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang mampu menjaga nilai kekayaan dari inflasi dan gejolak pasar. Data terbaru dari laporan Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC) mengindikasikan lonjakan permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 40 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY), dengan total volume mencapai 15 ton. Angka ini secara jelas mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai pilihan investasi yang solid dan stabil, mendorong institusi keuangan seperti Bank Mandiri untuk menyediakan platform yang memfasilitasi kebutuhan ini dengan lebih baik.

Advertisements

Lonjakan permintaan sebesar 40 persen tersebut tidak hanya menunjukkan preferensi investasi masyarakat, tetapi juga menggarisbawahi urgensi bagi lembaga keuangan untuk beradaptasi dan menyediakan solusi yang relevan. Data dari WGC ini menjadi barometer penting yang menguatkan keputusan Bank Mandiri untuk menghadirkan layanan emas terintegrasi. Ini adalah indikator bahwa pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk pertumbuhan investasi emas digital, dan Bank Mandiri berupaya menangkap peluang ini dengan menawarkan platform yang efisien dan mudah diakses. Peningkatan signifikan ini juga dapat diartikan sebagai respon kolektif masyarakat terhadap kondisi makroekonomi, di mana emas seringkali menjadi pilihan utama untuk diversifikasi portofolio dan perlindungan aset dalam jangka panjang.

Melalui integrasi di Livin’ by Mandiri, para pengguna kini dimungkinkan untuk mengakses berbagai fitur terkait investasi emas secara komprehensif. Nasabah dapat membuka rekening tabungan emas, melakukan transaksi jual dan beli logam mulia, mengatur cicilan pembelian emas, menitipkan emas digital mereka, hingga menarik emas fisik, semuanya dalam satu aplikasi. Kemudahan ini didukung oleh operasional 24 jam penuh secara real-time, menghilangkan kebutuhan untuk beralih antar aplikasi atau mengunjungi kantor cabang fisik. Fleksibilitas ini secara signifikan meningkatkan pengalaman nasabah, menjadikan proses investasi emas lebih efisien, transparan, dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, dalam keterangan resminya pada Jumat (9/10), menegaskan bahwa emas telah terbukti menjadi instrumen investasi yang diminati di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Ia menjelaskan bahwa melalui layanan emas di Livin’ by Mandiri, Bank Mandiri tidak sekadar menyediakan platform jual-beli emas digital biasa. Lebih dari itu, Bank Mandiri menghadirkan sebuah solusi finansial end-to-end yang memberikan kendali penuh kepada nasabah untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan aset emas mereka sesuai dengan siklus kebutuhan hidup yang berbeda-beda, semuanya cukup dari satu genggaman. Pernyataan ini menyoroti visi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial yang holistik bagi nasabahnya, bukan hanya penyedia produk.

Inisiatif inovatif ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong dan memperkuat ekosistem bulion di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP2I) OJK. Dengan menyediakan akses yang lebih mudah dan aman terhadap investasi emas, Bank Mandiri secara aktif berkontribusi pada tujuan nasional untuk meningkatkan inklusi keuangan dan diversifikasi instrumen investasi bagi masyarakat. Penguatan ekosistem bulion melalui platform digital seperti Livin’ by Mandiri diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih likuid dan transparan, sekaligus memberdayakan lebih banyak individu untuk berpartisipasi dalam investasi emas, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai wujud nyata perluasan akses layanan finansial, ekosistem bulion yang dihadirkan Bank Mandiri mengusung fleksibilitas yang maksimal. Melalui fitur Tabungan Emas, nasabah memiliki keleluasaan untuk memilih rekening emas dari beberapa merek terkemuka yang telah dikenal luas kredibilitasnya, seperti ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku. Pilihan merek ini memberikan kepercayaan tambahan kepada nasabah terkait kualitas dan keaslian logam mulia yang mereka investasikan. Selain itu, aksesibilitas juga ditingkatkan dengan setoran awal yang sangat terjangkau, mulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp50.000, memungkinkan segmen masyarakat yang lebih luas untuk memulai perjalanan investasi emas mereka tanpa harus menyiapkan modal besar.

Setelah setoran awal, pembelian selanjutnya dapat dilakukan dengan nominal yang bahkan lebih kecil, yakni mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000. Tingkat fleksibilitas ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kapasitas finansial nasabah, menjadikan investasi emas tidak lagi eksklusif. Kemudahan transaksi beli dan jual emas secara real-time juga menjadi nilai tambah yang signifikan, memungkinkan nasabah untuk merespons pergerakan harga emas di pasar dengan cepat. Fitur pemantauan pergerakan harga emas yang terintegrasi langsung dalam aplikasi memastikan nasabah selalu mendapatkan informasi terkini, membantu mereka membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan tepat waktu, semua dalam genggaman ponsel mereka.

Untuk lebih memfasilitasi nasabah yang berkeinginan mengakselerasi kepemilikan aset emas mereka di awal, Bank Mandiri memperkenalkan fasilitas pembiayaan inovatif bernama KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas). Produk ini dirancang khusus berupa pembelian emas dengan mekanisme cicilan, memberikan solusi bagi nasabah yang ingin memiliki emas namun lebih memilih pembayaran bertahap. KSM Emas menjadi jembatan bagi nasabah untuk membangun portofolio investasi emas secara terencana, tanpa perlu mengeluarkan seluruh dana secara tunai di muka. Ini merupakan langkah progresif Bank Mandiri dalam mendiversifikasi produk pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan investasi masyarakat.

Inovasi pembiayaan melalui KSM Emas ini menawarkan sejumlah keunggulan yang menarik bagi calon investor. Skema bunga ringan dan cicilan yang bersaing menjadi daya tarik utama, menjadikan kepemilikan emas melalui cicilan lebih terjangkau dan menguntungkan. Salah satu fitur unggulan yang paling signifikan adalah harga emas secara otomatis terkunci (price lock) pada saat pengajuan. Fitur ini membebaskan nasabah dari risiko fluktuasi atau kenaikan harga emas di masa depan, memberikan kepastian biaya dan membuat rencana kepemilikan emas menjadi lebih terukur dan ringan. Setelah cicilan lunas, emas tersebut secara otomatis akan menjadi saldo Tabungan Emas yang dapat langsung ditransaksikan, baik untuk dijual, dibeli kembali, maupun diambil fisiknya, menambah fleksibilitas bagi nasabah.

Melengkapi ekosistem layanan emas yang komprehensif, Bank Mandiri juga menghadirkan fitur Ambil Emas. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mengonversi saldo tabungan emas digital mereka menjadi logam mulia batangan secara fisik. Kemampuan untuk mencairkan aset digital menjadi bentuk fisik memberikan kepastian dan kepercayaan bagi nasabah yang mungkin memiliki preferensi untuk memegang emas fisik. Proses konversi yang mudah dan aman ini menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk menyediakan solusi end-to-end yang memenuhi berbagai kebutuhan dan preferensi investasi nasabah, dari pengelolaan digital hingga kepemilikan fisik.

Saptari lebih lanjut menyatakan bahwa transformasi layanan bulion ini merupakan lompatan inovasi nyata dari Livin’ by Mandiri. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya berfokus pada kelancaran transaksi semata, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka. Pendekatan ini sejalan dengan semangat perseroan untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia, sebuah filosofi yang menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk kemajuan bangsa. Melalui layanan emas yang terintegrasi, Bank Mandiri tidak hanya memfasilitasi investasi, tetapi juga turut serta dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Advertisements

Also Read

Tags