BANYU POS JAKARTA. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 567,96 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Kamis (15/10/2026), di tengah tekanan jual yang menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,33%.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG terkoreksi 79,24 poin ke level 5.863,78 pada penutupan perdagangan. Padahal, sehari sebelumnya IHSG masih ditutup di zona hijau.
Tekanan pasar tercermin dari pelemahan seluruh indeks sektoral. Sektor barang konsumer nonprimer mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20%, diikuti sektor energi yang merosot 3%, serta sektor perindustrian yang melemah 2,43%.
IHSG Rebound ke 5.943, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (14/10)
Pelemahan juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 2,41%, transportasi 2,06%, barang baku 1,68%, properti dan real estat 1,41%, teknologi 1,29%, serta barang konsumer primer 1,14%. Sementara itu, sektor keuangan turun 0,64% dan kesehatan melemah 0,15%.
Luasnya tekanan jual terlihat dari jumlah saham yang melemah. Sebanyak 567 saham berakhir di zona merah, berbanding 108 saham yang menguat dan 120 saham yang stagnan.
Di tengah pelemahan tersebut, aktivitas perdagangan saham di BEI mencatatkan volume sebanyak 35,02 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,21 triliun.
Asing Net Buy Rp 561 Miliar Saat IHSG Turun ke 5.925, Cek Saham yang Banyak Diborong
Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Kamis:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 286,1 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 90,73 miliar
3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 72,32 miliar
4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 62,08 miliar
5. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 53,33 miliar
6. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 42,95 miliar
7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 34,26 miliar
8. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 24,79 miliar
9. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 24,7 miliar
10. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) Rp 21,02 miliar
BBCA Chart by TradingView




