BANYU POS NEW YORK. Indeks saham Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) menekan saham semikonduktor dan perusahaan terkait pusat data, sementara penguatan saham perbankan membatasi pelemahan pasar secara keseluruhan.
Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), sektor teknologi informasi dalam indeks S&P 500 menjadi penekan terbesar dengan penurunan 0,9%. Saham CoreWeave, perusahaan infrastruktur komputasi awan yang didukung Nvidia, merosot 7,6% di tengah kekhawatiran berkelanjutan mengenai besarnya beban utang perusahaan pengelola pusat data tersebut.
Obligasi CoreWeave juga mengalami aksi jual tajam sepanjang pekan ini sehingga imbal hasilnya naik melampaui 15%. Tekanan turut menjalar ke perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan untuk AI lainnya. Saham Nebius Group dan Iren masing-masing turun lebih dari 5,5%.
Intip Saham yang Banyak Diburu Asing Saat IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185 di Akhir Pekan
Saham semikonduktor kembali melemah. Micron Technology turun 3,9%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi 3,3%. Indeks saham semikonduktor secara keseluruhan kehilangan 1,8% dan berada di jalur penurunan persentase terdalam dalam delapan sesi perdagangan sejak aksi jual pasar pada April 2025 yang dikenal sebagai Liberation Day selloff.
Sebagian besar saham berkapitalisasi pasar besar juga bergerak di zona merah. Alphabet dan Meta masing-masing turun 1% sehingga menekan sektor jasa komunikasi dan turut membebani indeks Nasdaq.
Analis pasar senior Trade Nation David Morrison mengatakan, pelemahan saham perusahaan semikonduktor memori pada awal pekan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap persaingan dari China, ditambah persoalan utang CoreWeave, memberikan alasan bagi investor untuk mengurangi eksposur terhadap perusahaan yang berkaitan dengan AI.
“Penurunan saham semikonduktor memori pada awal pekan ini, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap persaingan dari China dan persoalan utang CoreWeave, memberikan investor alasan untuk memangkas eksposur terhadap seluruh perusahaan yang berkaitan dengan AI,” kata Morrison.
Ia menambahkan, investor masih bersikap berhati-hati dalam menyikapi pergerakan pasar.
“Masih ada kehati-hatian di pasar. Apakah ini hanya aksi ambil untung setelah pemulihan kemarin atau sesuatu yang lebih serius, waktu yang akan menjawab,” ujar Morrison.
Kadin Minta MSCI Objektif Nilai Pasar Modal Indonesia
Kekhawatiran terhadap pembiayaan industri AI juga meningkat setelah sejumlah investor Anthropic saat ini maupun calon investornya mempertimbangkan valuasi yang lebih rendah bagi perusahaan tersebut dalam rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Reuters melaporkan hal itu dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Pada pukul 10.24 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average justru menguat 221,78 poin atau 0,43% ke level 52.401,89. Sebaliknya, indeks S&P 500 turun 7,30 poin atau 0,09% ke 7.736,76, sedangkan Nasdaq Composite melemah 185,88 poin atau 0,70% ke 26.527,14.
Di luar sektor teknologi, sebagian besar sektor lain dalam S&P 500 mencatatkan kenaikan. Sektor material menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,6%, disusul sektor keuangan yang naik 1,1%.
Penguatan saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase turut mendorong Dow Jones ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Sementara itu, saham Tesla menguat tipis setelah perusahaan tersebut memperkenalkan desain ulang mobil sport Roadster yang dilengkapi pendorong bergaya roket dan dikembangkan bersama SpaceX.
Meski Dow Jones menguat, S&P 500 dan Nasdaq berada di jalur pelemahan mingguan. Tekanan saham berbasis AI, laporan kinerja perbankan yang beragam, serta data inflasi membebani sentimen investor sepanjang pekan. Sebaliknya, Dow Jones diperkirakan mencatatkan kenaikan mingguan.
Tekanan pasar juga dipengaruhi oleh data inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih tinggi daripada perkiraan pada pekan ini. Kedua laporan tersebut memperkuat indikasi bahwa tekanan harga telah meluas melampaui produk energi.
Saham JARR dan PGUN Jadi Agunan Kredit, Ini Kata Analis
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga menyatakan bahwa lonjakan belanja turut mendorong inflasi. Meski demikian, ia menilai perekonomian AS masih tangguh dan memperoleh manfaat dari lonjakan investasi yang didorong perkembangan AI.
Di tengah tekanan inflasi tersebut, pelaku pasar semakin memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan ini.
Dari perkembangan korporasi, saham Varonis Systems naik 2,8% setelah Proofpoint, perusahaan keamanan siber milik Thoma Bravo, menyepakati akuisisi perusahaan keamanan data tersebut senilai US$ 6,3 miliar secara tunai.
Sebaliknya, saham Netflix turun 2,3%. Perusahaan layanan streaming itu menunjuk mantan eksekutif Disney, Peter Rice, sebagai kepala konten atau chief content officer pada Kamis (15/10/2026).
Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang naik dibandingkan saham yang turun mencapai rasio 1,87 banding 1. Di Nasdaq, rasio saham yang menguat terhadap saham yang melemah tercatat 1,12 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 15 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak mencatatkan saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite membukukan 40 saham pada level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 119 saham pada level terendah baru dalam periode yang sama.




