Harga emas spot turun tipis, pasar timbang kemungkinan kenaikan bunga The Fed

Hikma Lia

BANYU POS   NEW YORK. Harga emas spot turun tipis pada akhir pekan, Jumat (16/10/2026). Ini setelah para pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve tahun ini, menyusul serangkaian data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan.

Advertisements

Jumat (16/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,11% menjadi 4.166,39 per ons. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,3% pada level US$ 4.181,10 per ons.

“Pergerakan harga saat ini sangat terbatas dalam rentang tertentu dan cenderung mendekati batas bawah support. Penyebab utamanya adalah masih adanya ketidakpastian mengenai langkah apa yang akan diambil oleh Federal Reserve,” ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities seperti dikutip Reuters.

Advertisements

Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 Sabtu (17/10), Cek Rincian Terbarunya

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan optimisme mengenai kekuatan ekonomi AS, namun tidak memberikan petunjuk apa pun terkait arah kebijakan suku bunga bank sentral tersebut.

Data pada hari Kamis menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) AS pada September 2026 mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir. Data ini menyusul laporan indeks harga konsumen (CPI) pada hari Rabu, yang menunjukkan percepatan kenaikan harga di bulan September.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyebut data tersebut “mengecewakan”. Sementara Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga secara lebih agresif jika terjadi penurunan signifikan dalam ekspektasi inflasi masyarakat.

Menurut FedWatch Tool dari CME, para pelaku pasar secara umum memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini, sementara probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember diperkirakan mencapai 90%.

Meskipun emas biasanya dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

“Sepanjang sisa tahun ini, harga emas kemungkinan akan cenderung melemah seiring dengan langkah The Fed yang terus menaikkan suku bunga, serta kekhawatiran mengenai berakhirnya lonjakan sektor kecerdasan buatan (AI) yang terbukti hanya bersifat sementara,” ujar Hamad Hussain, ekonom bidang iklim dan komoditas di Capital Economics.

IHSG Anjlok 14,91% Sepekan, Investor Diminta Waspadai Level 5.000

Advertisements

Also Read

Tags